Amerika Jaga Dolar Tetap Stabil, Harga Emas Kompak Anjlok

0

PALEMBANG, BERITAANDA – Fluktuasi harga emas dunia masih berlanjut. Setelah mengalami kenaikan pada perdagangan sebelumnya, harga emas dunia kembali melemah dan berdampak pada penurunan harga emas domestik, baik emas perhiasan maupun emas murni seperti Antam dan Galeri 24 Pegadaian.

Di Palembang, harga emas perhiasan di Toko Emas Makmur Jaya dibanderol Rp14,3 juta per suku atau setara 6,7 gram untuk kadar emas 92 persen. Harga tersebut turun Rp150 ribu dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp14,45 juta per suku.

Sementara itu, di Toko Emas Laris kawasan TP Rustam Effendi, harga emas perhiasan juga mengalami penurunan sebesar Rp50 ribu untuk berbagai jenis perhiasan, mulai dari cincin, kalung hingga gelang. Saat ini harga cincin emas dibanderol Rp14,6 juta per suku, sedangkan kalung dan gelang dijual Rp14,5 juta per suku.

Antam dan Galeri 24 Turun Bersamaan

Harga emas murni di Pegadaian dan Antam juga kompak mengalami penurunan pada perdagangan hari ini.

Harga jual emas Antam produksi Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) turun Rp30 ribu menjadi Rp2.703.000 per gram dari sebelumnya Rp2.733.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia turun Rp39 ribu per gram, dari Rp2.514.000 menjadi Rp2.475.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini mencapai Rp228 ribu per gram.

Di sisi lain, harga emas Galeri 24 Pegadaian juga mengalami koreksi. Harga jual emas Galeri 24 hari ini tercatat Rp2.703.000 per gram atau turun Rp15 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp2.718.000 per gram.

Adapun harga buyback emas Galeri 24 juga turun menjadi Rp2.535.000 per gram.

Dipicu Sinyal Kenaikan Suku Bunga AS

Pemilik Toko Emas Makmur Jaya Palembang, Awi mengatakan, penurunan harga emas hari ini dipengaruhi oleh melemahnya harga emas dunia.

Menurutnya, harga emas global berbalik turun pada perdagangan Rabu (17/6/2026) setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), memberikan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Mengacu pada data Refinitiv, harga emas dunia ditutup di level US$4.257,68 per troy ons atau turun 1,7 persen dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan tersebut mengakhiri tren penguatan emas yang sebelumnya melonjak sekitar 6,3 persen dalam empat hari perdagangan berturut-turut.

“Tekanan terhadap harga emas muncul karena prospek suku bunga yang lebih tinggi di Amerika Serikat meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbunga seperti obligasi dan deposito,” ujar Awi.

Selain itu, sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat juga mendorong penguatan dolar AS, yang umumnya memberikan tekanan terhadap harga emas.

Meski demikian, harga emas kembali bergerak naik pada Kamis (18/6/2026). Hingga pukul 06.16 WIB, harga emas dunia tercatat menguat 0,52 persen ke level US$4.279,71 per troy ons. Namun, kenaikan tersebut belum mampu mengembalikan harga ke level sebelumnya.

Penguatan harga emas ini didorong oleh sentimen positif terkait perkembangan kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang membantu meningkatkan kepercayaan pasar setelah koreksi tajam sehari sebelumnya. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda