Hadapi Puncak Musim Kemarau, Kapolda Sumsel Kerahkan Seluruh Jajaran Antisipasi Karhutla

17

PALEMBANG, BERITAANDA – Menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho SIK SH M.Hum menginstruksikan seluruh jajaran Polda Sumsel untuk memperkuat upaya pencegahan melalui patroli intensif, edukasi kepada masyarakat, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Instruksi tersebut disampaikan saat Kapolda memimpin apel pagi di Lapangan Mapolda Sumsel, Senin (3/8/2026). Apel diikuti Wakapolda Sumsel, Irwasda Polda Sumsel, para Pejabat Utama Polda Sumsel, Kapolres dan Kapolrestabes jajaran, serta personel yang mengikuti secara langsung maupun melalui sarana virtual.

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa ancaman karhutla menjadi salah satu prioritas pengamanan yang harus diantisipasi sejak dini. Seluruh jajaran diminta mengedepankan langkah-langkah preventif yang terukur, meningkatkan pengawasan di lapangan secara berkelanjutan, serta melakukan penegakan hukum secara konsisten terhadap setiap pelanggaran.

“Ancaman karhutla sudah di depan mata. Saya perintahkan seluruh fungsi operasional dan Bhabinkamtibmas untuk segera bergerak di lapangan. Gencarkan edukasi, perkuat mitigasi, serta lakukan patroli pencegahan dan ground checking secara masif. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun individu yang sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menginstruksikan agar patroli dilakukan secara berkesinambungan selama 24 jam di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Selain itu, deteksi dini dan pelaporan cepat harus menjadi perhatian seluruh personel guna mencegah meluasnya titik api.

Disamping fokus pada pencegahan karhutla, Kapolda meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat melalui pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan yang profesional, modern, dan humanis.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah masing-masing, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan yang kita banggakan. Aplikasikan Semangat ’45 untuk mengisi kemerdekaan melalui semangat perjuangan dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujar Kapolda.

Kapolda turut menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana karhutla selama musim kemarau.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel juga menyerahkan penghargaan kepada 177 satuan kerja dan personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja yang telah ditunjukkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Menutup arahannya, Kapolda mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di tengah meningkatnya intensitas tugas di lapangan.

“Tugas ke depan akan menguras tenaga dan pikiran. Jagalah kesehatan dan pola hidup yang baik. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi institusi sekaligus keluarga yang menunggu di rumah,” pesannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya SIK MH mengatakan, Polda Sumsel telah menggerakkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, dan koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, sesuai arahan Kapolda Sumsel, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan sendiri oleh aparat kepolisian. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Polda Sumsel bersama Satgas Karhutla siap siaga selama 24 jam untuk melakukan patroli, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda