Tapsel Genjot Ekonomi Warga Huntara Lewat Bawang Merah

14

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus menggenjot pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana melalui sektor pertanian.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan budidaya bawang merah di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Aek Latong, Kecamatan Sipirok, melalui Gerakan Tanam Bawang Merah yang dilaksanakan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Selasa (4/8/2026).

Program kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat Huntara sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga yang mewakili Bupati H. Gus Irawan Pasaribu. Hadir pula Camat Sipirok, unsur Forkopimcam, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kepala desa, Ketua Kelompok Tani Huntara Maju, serta masyarakat Huntara Aek Latong.

Mengawali sambutannya, Jafar menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Gus Irawan Pasaribu yang tidak dapat hadir karena menjalankan agenda pemerintahan lainnya. Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Tapanuli Selatan sehingga menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Melalui berbagai program pertanian, kami ingin mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan bawang merah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang baik,” ujar Jafar.

Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung kebutuhan kelompok tani, mulai dari penyediaan benih, sarana produksi pertanian, hingga pendampingan selama proses budidaya.

Selain bawang merah, kawasan Huntara Aek Latong juga dinilai memiliki potensi untuk pengembangan komoditas kopi. Pemerintah, kata Jafar, siap menghadirkan tenaga ahli guna meningkatkan kualitas budidaya apabila diperlukan.

“Bahkan, saat ini sedang dijajaki peluang pemasaran hasil kopi Tapanuli Selatan ke pasar internasional, termasuk Tiongkok,” katanya.

Jafar juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program pemerintah, seperti KUR Berkah berbunga nol persen serta berbagai skema dukungan pembiayaan lainnya agar usaha pertanian masyarakat terus berkembang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, Taufik Batubara menjelaskan, bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah.

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan kepada Kelompok Tani Huntara Maju tidak hanya berupa benih bawang merah, tetapi juga pupuk organik serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian agar hasil budidaya dapat optimal.

Menurut Taufik, berdasarkan analisis usaha tani, budidaya bawang merah sangat menjanjikan. Dengan kebutuhan modal sekitar Rp100 juta hingga Rp110 juta per hektare, produksi dapat mencapai sekitar 10 ton dalam satu musim tanam atau dua hingga tiga bulan.

Dengan asumsi harga jual Rp30 ribu per kilogram, petani berpeluang memperoleh pendapatan sekitar Rp300 juta per hektare.

“Karena itu, kami berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik. Kunci keberhasilan budidaya bawang merah adalah perawatan yang intensif, terutama penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama yang akan terus didampingi oleh penyuluh pertanian,” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Huntara Maju, Samson Bahasar Hutagalung, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terhadap masyarakat Huntara.

Ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama dalam penyediaan pompa air, pupuk, obat-obatan, benih hortikultura, serta sarana produksi pertanian lainnya guna meningkatkan produktivitas kelompok tani.

Melalui Gerakan Tanam Bawang Merah ini, Pemkab Tapsel bersama Pemprov Sumut berharap kawasan Huntara Aek Latong tidak hanya menjadi tempat hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana.

Tetapi juga berkembang menjadi sentra pertanian produktif yang mampu menciptakan sumber penghasilan baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda