Di Sinode GKPA, Gus Irawan Tekankan Kolaborasi Gereja dan Pemerintah

0

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, menekankan pentingnya kolaborasi antara gereja dan pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menghadiri Sidang Sinode Anggota Majelis (AM) Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) Ke-XXIII yang dirangkai dengan pelantikan Pimpinan Pusat GKPA Periode 2026–2031 di Sopo Godang GKPA, Jalan Teuku Umar No. 102, Padangsidimpuan, Ahad (5/7/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga mampu memperkuat moral, karakter, dan kehidupan sosial masyarakat.

Kehadiran Bupati dalam sidang sinode tersebut menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terhadap peran strategis gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.

Sinode AM GKPA Ke-XXIII juga menjadi momentum bagi GKPA untuk memperkuat persatuan, memperbarui komitmen pelayanan, sekaligus menetapkan arah pelayanan gereja selama lima tahun ke depan.

Dalam kesempatan itu, dilantik Pimpinan Pusat GKPA Periode 2026–2031, yakni Ephorus Pdt. Dr. Ramli Harahap dan Sekretaris Jenderal Pdt. Jona Marpaung, M.Th., beserta para Praeses dan Majelis Pusat GKPA.

Rangkaian kegiatan turut diwarnai prosesi adat Angkola sebagai simbol pelestarian budaya yang berpadu harmonis dengan kehidupan bergereja. Prosesi tersebut juga mencerminkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta identitas masyarakat Angkola.

Dalam sambutannya, Gus Irawan mengucapkan selamat kepada jajaran kepengurusan baru GKPA dan berharap sinergi yang telah terbangun selama ini semakin diperkuat.

“Kami menyambut baik kepengurusan baru GKPA dan berharap kerja sama yang selama ini telah terjalin dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sangat membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk GKPA, dalam mewujudkan pembangunan daerah,” ujarnya.

Bupati kemudian mengajak seluruh jajaran GKPA menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung tiga agenda prioritas Kabupaten Tapanuli Selatan, yakni memerangi narkoba, rentenir, dan kemiskinan.

Penyalahgunaan narkoba, menurutnya, merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda sehingga penanganannya memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk lembaga keagamaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.

Selain itu, Gus Irawan menyoroti praktik rentenir yang masih membebani masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan ibu rumah tangga.

Pemerintah, kata dia, telah bekerja sama dengan Bank Sumut untuk menyediakan akses pembiayaan yang lebih ringan sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.

“Kami mengajak seluruh struktur GKPA bersama-sama memerangi rentenir yang selama ini menjerat masyarakat dengan bunga pinjaman yang sangat tinggi. Pemerintah telah bekerja sama dengan Bank Sumut untuk menghadirkan akses pembiayaan yang jauh lebih ringan sehingga masyarakat tidak lagi bergantung kepada rentenir,” tegasnya.

Dalam upaya mengurangi kemiskinan, Gus Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen bagi Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai daerah terdampak bencana.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Tapsel melalui Program KUR nol persen. Program ini berlaku untuk berbagai jenis usaha dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan, sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Gus Irawan berharap kepengurusan baru GKPA dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang bebas dari narkoba, terbebas dari jeratan rentenir, serta mampu keluar dari kemiskinan melalui pelayanan gereja yang semakin berkualitas.

Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Sabam Rajagukguk, mengucapkan selamat kepada Pimpinan Pusat GKPA yang baru dilantik.

Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa semangat pembaruan sebagaimana tema Sinode AM GKPA yang berlandaskan Roma 12:2.

Menurut Sabam, gereja harus tetap menjadi institusi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Firman Tuhan.

Gereja juga dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu memperkuat karakter, solidaritas sosial, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sabam turut memaparkan sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, antara lain Program Makan Bergizi Gratis, penguatan UMKM dan koperasi, serta pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ketua Panitia Sinode AM GKPA Ke-XXIII, Edison Rambe, mengatakan sinode bukan sekadar agenda organisasi gereja, melainkan momentum untuk mempererat persatuan, menetapkan arah pelayanan, serta memperkokoh komitmen seluruh pelayan GKPA dalam melayani jemaat.

Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Sinode AM GKPA Ke-XXIII dapat membawa berkat bagi gereja, masyarakat, dan bangsa, sekaligus memperkuat peran GKPA dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan umat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Pimpinan Pusat GKPA Periode 2021–2026 yang dipimpin Ephorus Pdt. RBB Simanjuntak, S.Th. dan Sekretaris Jenderal Pdt. Reinhard Siregar, M.Min., anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dan DPRD kabupaten/kota, para Praeses, pendeta, majelis, serta ribuan jemaat GKPA dari berbagai daerah. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda