Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi Darat Hingga Udara

13

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong transformasi sektor perhubungan menuju sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung, Sulpakar, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung pada upacara bulanan di Lapangan Korpri, Rabu (17/6/2026).

Dalam arahannya, Sulpakar menegaskan bahwa dinamika perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan yang harus direspons secara cepat dan berkelanjutan oleh seluruh jajaran pemerintahan.

“Masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu diselesaikan, seperti kebutuhan kepastian regulasi dan perlindungan bagi seluruh pihak dalam ekosistem transportasi online, penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang merusak infrastruktur jalan dan mengancam keselamatan, hingga menurunnya daya saing angkutan umum konvensional,” ujarnya.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan langkah transformasi menyeluruh melalui integrasi seluruh simpul transportasi, mulai dari pelabuhan, stasiun, bandara, hingga terminal. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang lebih cepat, aman, dan efisien.

Menurut Sulpakar, berbagai capaian nyata telah berhasil diwujudkan bersama para pemangku kepentingan. Di sektor transportasi darat, Lampung telah mengoperasikan layanan Smart BRT Itera sebagai bagian dari implementasi konsep green transportation.

Selain itu, masuknya investasi asing melalui kehadiran armada Taksi Listrik Green SM menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap kesiapan Lampung dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang ramah lingkungan.

Di sektor penyeberangan, peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan di Selat Sunda terus dilakukan. Konektivitas antara Pulau Sumatera dan Jawa semakin diperkuat melalui pengoperasian KMP Dalom I pada rute Bakauheni–Merak, optimalisasi dua dermaga eksekutif, serta peremajaan armada kapal reguler dan eksekutif.

Sementara itu, sektor transportasi udara juga menunjukkan perkembangan positif setelah Bandara Raden Inten II kembali berstatus sebagai bandara internasional. Status tersebut diyakini akan memperluas aksesibilitas dan membuka peluang investasi serta pariwisata yang lebih besar bagi Provinsi Lampung.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang, Pemprov Lampung juga tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah optimalisasi jalur kereta api dan logistik batubara guna mengurangi beban jalan raya akibat kendaraan berat, termasuk kendaraan ODOL. Fokus pengembangan diarahkan pada rencana pembangunan jalur ganda (double track) lintas Muara Enim–Prabumulih–Tegineneng–Tarahan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan kawasan pesisir dan terminal regional melalui pengoperasian lima pelabuhan pengumpan regional, dengan prioritas percepatan operasional Pelabuhan Sebalang sebagai penggerak ekonomi pesisir.

Di sektor transportasi darat, dari 15 terminal Tipe B yang dikelola Pemerintah Provinsi Lampung, sebanyak enam terminal telah direvitalisasi dan kualitas pelayanannya akan terus ditingkatkan secara bertahap.

Mengakhiri arahannya, Sulpakar mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk bergerak dalam satu visi yang sama demi mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi dan berdaya saing.

“Berbagai capaian dan rencana ini merupakan ikhtiar bersama dalam membangun sistem transportasi Lampung yang modern, terintegrasi, berkelanjutan, dan kompetitif. Mari kita jadikan sektor transportasi sebagai penggerak utama menuju Lampung yang maju, inklusif, terkoneksi, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda