Tapsel Bidik Industri Cokelat, Petani Kakao Diminta Siapkan Produksi

1

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) mulai serius mengembangkan komoditas kakao hingga menyentuh sektor hilir. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus memperkuat perekonomian petani.

Tak hanya memperluas areal tanam dan menyalurkan bantuan bibit, pemerintah daerah juga berupaya membuka akses pasar dengan mendorong perusahaan swasta menyerap hasil panen petani sebagai bahan baku industri pengolahan cokelat.

Tambang Emas Martabe diharapkan turut berperan dalam upaya tersebut, khususnya dengan membuka peluang penyerapan hasil produksi kakao masyarakat Tapsel.

Rencana tersebut menjadi salah satu fokus pengembangan kakao melalui program hilirisasi pertanian tahun 2026. Pemerintah daerah ingin komoditas perkebunan ini tidak hanya berkembang pada sektor budidaya, tetapi juga memiliki kepastian pasar sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian petani.

Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu melalui Sekretaris Daerah Sofyan Adil Siregar mengatakan, pembukaan akses pasar harus berjalan seiring dengan peningkatan produksi. Dengan begitu, ketika tanaman mulai menghasilkan, petani sudah memiliki peluang pemasaran yang jelas.

Hal tersebut disampaikan Sofyan saat kegiatan penanaman perdana kakao program hilirisasi pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan di Desa Somanggal Parmonangan, Kecamatan Sayurmatinggi, Sabtu (31/10/2026).

“Kita akan mendorong perusahaan swasta agar dapat menyerap produksi kakao petani sebagai bahan baku pembuatan cokelat,” kata Sofyan.

Meski peluang pasar mulai dibuka, kesiapan petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tetap menjadi perhatian utama. Bibit bantuan pemerintah harus dipelihara secara optimal agar tumbuh produktif dan mampu menghasilkan panen secara berkelanjutan.

Pembina KTNA Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu, mengingatkan tujuh kelompok tani penerima bantuan dari tujuh desa agar tidak menyia-nyiakan program pengembangan kakao tersebut.

Menurut mantan Bupati Tapsel dua periode itu, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya kegiatan penanaman. Pemeliharaan tanaman hingga memasuki masa produksi justru menjadi tahapan penting yang harus diperhatikan secara serius oleh petani.

“Jangan disia-siakan program pemerintah ini. Laksanakan dengan baik, rawat tanamannya, dan pastikan nantinya sampai berproduksi,” pinta Syahrul.

Ia juga meminta Dinas Pertanian bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan secara rutin dan berkelanjutan.

“Terutama dalam memberikan bimbingan teknis budidaya serta mengantisipasi serangan penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman,” pesannya.

Syahrul berharap pengembangan kakao tersebut dapat menjadi sumber tambahan pendapatan bagi masyarakat, khususnya petani di Kecamatan Sayurmatinggi.

Peningkatan hasil perkebunan diharapkan mampu memperkuat ekonomi rumah tangga petani sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman yang berpotensi memberatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara mengatakan, pada 2026 Kabupaten Tapsel mendapat alokasi perluasan tanaman kakao seluas 150 hektare. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Sayurmatinggi memperoleh porsi terbesar, yakni 127 hektare.

Adapun alokasi lainnya tersebar di Kecamatan Sipirok seluas 15 hektare dan Kecamatan Angkola Timur seluas 8 hektare.

Selain kakao, program hilirisasi pertanian tahun 2026 juga mencakup pengembangan tanaman kopi seluas ratusan hektare serta kelapa genjah dengan luas mencapai 200 hektare.

Taufik mengatakan, Dinas Pertanian akan menyiapkan pendampingan teknis bagi kelompok tani, terutama terkait pemeliharaan tanaman dan penanganan penyakit kakao.

“Pengembangan perkebunan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana,” jelasnya.

Adapun tujuh kelompok tani penerima bantuan berasal dari Desa Somanggal Parmonangan, Lumban Huayan, Sipange Godang, Sialang, Aek Badak Julu, Aek Libung, dan Silaiya.

Ketua Kelompok Tani Sarasi Desa Somanggal Parmonangan, Sarma br Sitohang, yang mewakili kelompok penerima bantuan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tapsel atas program perluasan tanaman kakao yang dipusatkan di Kecamatan Sayurmatinggi.

Meski demikian, ia berharap Dinas Pertanian bersama PPL terus memberikan bimbingan teknis kepada petani, terutama terkait pemeliharaan tanaman dan penanganan penyakit agar pengembangan kakao dapat berjalan optimal.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Somanggal Parmonangan, Sadrak Siregar. Ia menilai dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian, termasuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya, merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Syaiful AP Nasution, Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi, KCD, PPL, tokoh masyarakat Edison Rambe, serta sejumlah kepala desa di Kecamatan Sayurmatinggi. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda