Kakao Tapsel Diperluas, Sayurmatinggi Kebagian 127 Hektare

18

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melaksanakan program perluasan tanaman kakao seluas 150 hektare yang tersebar di tiga kecamatan.

Kecamatan Sayurmatinggi mendapat porsi terbesar, yakni 127 hektare. Sementara itu, 23 hektare lainnya dialokasikan untuk Kecamatan Sipirok dan Angkola Timur.

Program tersebut disosialisasikan oleh Dinas Pertanian Tapanuli Selatan di Ranto Natas, Kecamatan Sayurmatinggi, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini diikuti tujuh kelompok tani yang berasal dari tujuh desa.

Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Taufik Batubara, yang diwakili Kepala Bidang Perkebunan, Paujul Siregar, meminta tujuh kelompok tani yang melibatkan 192 anggota tersebut memanfaatkan program perluasan tanaman kakao secara serius dan bertanggung jawab.

Menurut dia, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga kesiapan petani dalam mengelola dan merawat tanaman.

“Perluasan tanaman kakao ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu di bidang pertanian, di samping program penanaman jagung seluas 1.000 hektare dan intensifikasi tanaman kopi yang sedang berlangsung. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan petani,” kata Paujul.

Ia berharap perluasan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman yang segera dilaksanakan, tetapi berkembang menjadi usaha perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

Paujul juga menekankan pentingnya ketepatan pemanfaatan lahan dan pemeliharaan tanaman secara berkesinambungan. Dengan demikian, areal yang akan ditanami dapat memberikan hasil sesuai dengan tujuan program.

Mantan Bupati Tapanuli Selatan dua periode, H. Syahrul M. Pasaribu, yang hadir dalam sosialisasi tersebut, mengatakan bahwa keputusan Pemkab Tapanuli Selatan memilih Kecamatan Sayurmatinggi sebagai wilayah perluasan tanaman kakao atau cokelat sudah sangat tepat.

“Pasalnya, hingga saat ini areal lahan yang tersedia masih cukup luas. Selain itu, masyarakat setempat juga sudah terbiasa membudidayakan komoditas kakao,” ujar Syahrul.

Ia kemudian mengingatkan bahwa penambahan luas tanam belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan produksi. Tanaman kakao membutuhkan perawatan yang konsisten sebelum memasuki masa produktif. Oleh karena itu, diperlukan keseriusan dan ketekunan petani.

“Keberhasilan program nantinya bergantung pada pelaksanaan di lapangan, kualitas budi daya, serta komitmen petani dalam menjaga keberlanjutan tanaman hingga memasuki masa produktif,” ujar Syahrul, yang juga menjabat sebagai Pembina Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumatera Utara.

Menurut dia, penyuluh pertanian dan kelompok tani memiliki peran penting dalam memastikan program berjalan sesuai sasaran. Pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada tahap penanaman, tetapi juga selama proses pemeliharaan hingga tanaman menghasilkan.

Syahrul menilai pengembangan kakao merupakan investasi jangka panjang. Tanpa perawatan yang baik dan kesungguhan petani, perluasan lahan berisiko tidak memberikan hasil optimal.

“Karena itu, pelaksanaan program harus diikuti dengan pengelolaan kebun yang terarah dan berkesinambungan,” lanjut Syahrul.

Dengan alokasi 127 hektare, Kecamatan Sayurmatinggi menjadi titik utama perluasan tanaman kakao di Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Tantangan berikutnya ialah memastikan tanaman tumbuh dengan baik hingga menghasilkan. Dengan begitu, program ini tidak sekadar menambah luas areal tanam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” pungkas Syahrul.

Sementara itu, petani peserta program yang diwakili Ketua Kelompok Tani Sarasi Desa Somanggal Parmonangan, Sarma Br. Sitohang, berharap Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, dapat hadir pada penanaman perdana yang diperkirakan berlangsung pada awal November mendatang.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Camat Sayurmatinggi Enrico, Ketua KNPI Tapanuli Selatan Abdul Rahman Al Mandili yang akrab disapa Bung Menjet, KCD dan PPL, tujuh kepala desa dari wilayah peserta program, sejumlah tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda