TAPANULI SELATAN, BERITAANDA — Wajah cerah penuh rasa syukur terpancar dari H. Syahrul M. Pasaribu, pendiri Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Tapanuli Selatan, saat mendengar kabar bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipirok–Marancar–Batangtoru (Simarboru) akan segera beroperasi.
Kegembiraan itu ia sampaikan dihadapan Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga, serta ratusan jamaah dalam kegiatan Pengajian Akbar BKMT Kecamatan Angkola Sangkunur yang digelar di Kelurahan Rianiate, Jumat (7/11/2025) lalu.
Syahrul Pasaribu mengaku memiliki keterikatan emosional dengan proyek strategis nasional tersebut. Pasalnya, proses awal pembangunan dan perizinan PLTA Simarboru dilakukan pada masa kepemimpinannya sebagai Bupati Tapanuli Selatan selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2021.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena proyek besar ini akan segera beroperasi. Ini adalah pembangkit listrik ramah lingkungan, bersih, aman, dan merupakan energi terbarukan. Tapsel diberi karunia Sungai Batangtoru yang luar biasa,” ujar Syahrul.
PLTA Simarboru kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi. Proses penggenangan bendungan dijadwalkan berlangsung pada pertengahan atau akhir November ini, dengan volume air mencapai 18 juta meter kubik yang hanya membutuhkan waktu delapan jam untuk pengisian penuh.
Jika semua berjalan lancar, satu dari empat turbin PLTA akan mulai berputar pada akhir Desember 2025. Setiap turbin nantinya akan memberikan kontribusi bagi hasil kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada tahun 2027, Tapsel diharapkan sudah dapat menikmati peningkatan pendapatan daerah dari hasil operasional PLTA ini.
Syahrul menjelaskan, PLTA disebut ramah lingkungan karena bergantung pada keberlangsungan air di Sungai Batangtoru. Jika daerah hulu rusak, maka aliran air akan berkurang dan berpotensi mengganggu operasional turbin. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.
PLTA juga dinilai bersih, karena menggunakan air sebagai energi pemutar turbin tanpa menghasilkan limbah berbahaya seperti pembangkit berbahan bakar fosil. Dari sisi keamanan, bendungan telah melalui berbagai kajian teknis dan dilengkapi sistem peringatan dini di hulu serta hilir sungai untuk mitigasi banjir, sekaligus menjaga kelangsungan hidup satwa langka, termasuk orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).
Sementara dari aspek keberlanjutan, energi air bersifat terbarukan karena memanfaatkan siklus alam tanpa bahan bakar tambahan, berbeda dengan energi fosil yang terbatas.
Dalam kesempatan itu, Syahrul juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati H. Gus Irawan Pasaribu dan Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga yang berhasil mempercepat target operasional PLTA dari semula akhir tahun 2026 menjadi Desember 2025.
“Ini capaian luar biasa. Semoga PLTA ini segera memberikan manfaat besar bagi daerah dan masyarakat Tapanuli Selatan,” ucapnya.
Ia pun berpesan kepada seluruh anggota BKMT agar turut mendoakan dan mendukung percepatan operasional PLTA, sembari mempererat ukhuwah serta silaturahmi di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga membenarkan bahwa satu dari empat turbin PLTA akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh agar seluruh proses berjalan lancar.
Dalam sambutannya, Jafar turut mengungkapkan kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tantangan. Menurutnya, pada tahun 2025 Pemkab Tapsel mengalami pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat sebesar Rp113,5 miliar, dan pada 2026 diperkirakan berkurang lagi sekitar Rp255 miliar.
“Meski ruang fiskal terbatas, kami bersama Pak Bupati Gus Irawan akan terus berupaya melaksanakan program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat agar ekonomi masyarakat tetap tumbuh dan kesejahteraan meningkat,” ujarnya.
Pengajian Akbar BKMT Angkola Sangkunur ini turut dihadiri jajaran Forkopincam, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah. Acara ditutup dengan tausiyah dari Ustad Sulaiman Siregar yang mengajak jamaah memperdalam ilmu agama guna meningkatkan iman dan takwa. [Anwar]






























