Syahrul Pasaribu Dorong KTNA Jadi Penggerak Transformasi Pertanian Tapsel

18

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Ketua Dewan Pembina KTNA Tapanuli Selatan, H. Syahrul M. Pasaribu menegaskan, bahwa Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) memiliki peran strategis sebagai wadah perjuangan, pemberdayaan, sekaligus motor penggerak kemajuan sektor pertanian dan perikanan di daerah.

Penegasan tersebut disampaikannya dalam rembug paripurna KTNA Tapanuli Selatan (Tapsel) periode 2026–2031 yang digelar di Aula Dinas Pertanian, Sipirok, Senin (18/5/2026).

Syahrul yang juga menjabat sebagai Pembina KTNA Sumatera Utara menekankan, KTNA bukan sekadar organisasi formal, melainkan kekuatan nyata yang tumbuh dari akar rumput dan hadir langsung di tengah masyarakat petani.

Menurutnya, KTNA berfungsi sebagai jembatan strategis antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil petani di lapangan. Karena itu, keberadaan organisasi tersebut sangat dibutuhkan dan harus mampu mendukung berbagai program pemerintah, termasuk di sektor perikanan.

“KTNA harus mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas penyuluh mandiri, dan menjalin kolaborasi lintas sektor agar pertanian Tapsel semakin maju, tangguh, dan berdaya saing,” tegas Syahrul.

Ia menambahkan, KTNA harus tampil sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan akses petani terhadap teknologi modern, skema pembiayaan berkelanjutan, serta terbukanya jaringan pemasaran yang stabil.

Menurut mantan Bupati Tapanuli Selatan dua periode itu, perkembangan era digital dan dinamika pasar saat ini menuntut petani untuk lebih adaptif dan inovatif.

“Petani tidak boleh tertinggal. KTNA harus mengikuti perubahan dari pola budidaya tradisional menuju sistem pertanian yang inovatif, efisien, dan berorientasi hasil. Kita tidak lagi cukup hanya dengan semangat, tetapi perlu menghadirkan gerakan nyata di lapangan,” ujarnya.

Syahrul juga menegaskan bahwa KTNA memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan program pembangunan pertanian dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten benar-benar dirasakan petani.

Ia menilai, selama ini KTNA telah menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam berbagai program pertanian, serta menjadi benteng perjuangan petani di Tapsel.

“Sejak lama saya mengikuti perjalanan KTNA. Organisasi ini selalu kukuh menjaga keberpihakannya kepada petani dan nelayan. Roh perjuangan ini harus dipertahankan. KTNA adalah rumah besar bagi seluruh pelaku utama pertanian,” imbuh Syahrul.

Pembukaan Rembug Paripurna KTNA Tapsel periode 2026–2031 dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua KTNA Provinsi Sumatera Utara, Ir. Purnama Dewi Daulay.

Hadir pula Anggota DPRD Tapsel Muhammad Rawi Ritonga, Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Tapsel, pengurus KTNA kecamatan, penyuluh pertanian, hingga tokoh petani.

Dalam arahannya, Jafar menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Tapsel sekaligus penopang ketahanan pangan masyarakat.

Ia menyebutkan, Tapsel sempat menghadapi tantangan berat akibat bencana alam besar pada November 2025 yang berdampak pada 14 dari 15 kecamatan. Meski demikian, semangat para petani tetap tidak surut.

“Kita sebenarnya bisa saja menyerah. Tapi semangat Pak Bupati H. Gus Irawan Pasaribu sangat luar biasa dalam mendorong kebangkitan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sejumlah program strategis yang saat ini berjalan, lanjut Wakil Bupati, antara lain kerja sama pembiayaan dengan Bank Sumut melalui skema kredit berbunga 0 persen.

Selain itu, untuk petani jagung dilakukan pengembangan kawasan jagung bekerja sama dengan Polri, serta penyaluran bantuan benih unggul padi varietas Gamagora dari Bank Indonesia yang mampu menghasilkan hingga 9,6 ton per hektare.

“Program-program ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian. Kita berharap KTNA menjadi motor penggerak di lapangan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KTNA Provinsi Sumatera Utara, Ir. Purnama Dewi Daulay menegaskan, bahwa KTNA merupakan organisasi pelaku utama pertanian yang lahir dari, oleh, dan untuk petani sejak 1971.

Ia mendorong KTNA Tapsel untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah maupun lembaga strategis lainnya.

Purnama juga menyampaikan bahwa Pekan Nasional (Penas) KTNA 2026 akan digelar di Gorontalo pada 20–25 Juni mendatang. Ia berharap Tapsel dapat mengirimkan petani terbaik untuk mengikuti ajang nasional tersebut.

“Penas adalah forum besar inovasi petani Indonesia. Kami berharap Tapsel hadir membawa gagasan, pengalaman, dan inovasi pertanian daerah,” ujarnya.

Ketua KTNA Tapsel, Juang Pakpahan, menjelaskan bahwa Rembug Paripurna dilaksanakan untuk menertibkan administrasi sekaligus memilih kepengurusan baru, mengingat masa jabatan pengurus sebelumnya telah berakhir.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Dinas Pertanian yang selama ini konsisten memperkuat perjalanan organisasi.

“KTNA lahir dari kelompok tani, berkembang dari kecamatan hingga kabupaten dan nasional. Organisasi ini berdiri atas kemauan petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan anggotanya,” tutur Juang. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda