Ratusan ASN Tapsel Turun Bersihkan Kota Sipirok

22

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) turun langsung membersihkan sejumlah kawasan di Kota Sipirok.

Kegiatan kerja bakti bersih lingkungan (korvei) yang digelar tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Jumat (5/6/2026).

Dipusatkan di kawasan Alun-Alun Pasar Sipirok dengan mengusung tema ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’, kegiatan ini melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sipirok, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran ASN dari berbagai instansi di lingkungan Pemkab Tapsel.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, para asisten, staf ahli bupati, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Sebelum kegiatan korvei dimulai, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu memimpin apel sekaligus melepas para peserta.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui tindakan nyata.

Menurutnya, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi bersama, baik oleh unsur pemerintahan maupun masyarakat. Karena itu, ASN diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya hidup bersih dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Melalui kegiatan korvei ini, kita ingin membangun budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. ASN harus menjadi teladan dan role model dalam menjaga kebersihan serta pengelolaan sampah yang baik di tengah masyarakat,” ujar Gus Irawan.

Ia juga menyoroti masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah titik, baik di kawasan permukiman maupun di sepanjang ruas jalan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar kebersihan dan kenyamanan Kabupaten Tapanuli Selatan tetap terjaga.

Selain itu, Bupati menekankan perlunya pembenahan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Sistem pembuangan terbuka atau open dumping, kata dia, harus secara bertahap ditinggalkan dan diganti dengan metode pengelolaan yang lebih baik.

“Pemerintah tidak akan mampu bekerja sendiri. Dibutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan, Mahyuddin mengatakan, bahwa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil langkah konkret dalam menghadapi perubahan iklim.

Menurutnya, perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak terhadap lingkungan, termasuk meningkatnya potensi bencana alam dan menurunnya daya dukung lingkungan.

Pengelolaan sampah yang belum optimal, ungkap Mahyuddin, juga menjadi salah satu faktor yang turut berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Pada hari itu, para ASN Tapsel tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia secara seremonial, tetapi juga melakukan aksi nyata melalui kegiatan korvei bersama.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Mahyuddin.

Ia menjelaskan, Kota Sipirok dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dari pusat pemerintahan tersebut diharapkan semangat menjaga kebersihan lingkungan dapat menyebar ke seluruh kecamatan dan desa.

Usai apel, ratusan ASN dan peserta lainnya langsung bergerak membersihkan kawasan pasar, ruas jalan, saluran drainase, serta sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Aksi gotong royong tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Tapsel dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan itu, Pemkab Tapanuli Selatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. Sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda