Ngalap Berkah Haul 40 Hari Almarhumah Salwa Maulidia, Keluarga Besar Yudi Mulyawan dan Rina Mulyati Gelar Doa Bersama

1

PALEMBANG, BERITAANDA – Keluarga besar Bapak Yudi Mulyawan dan Ibu Rina Mulyati menggelar Haul 40 Hari Almarhumah Salwa Maulidia dengan penuh khidmat di kediaman keluarga, Lorong Sahabat 1, Talang Karet, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Sabtu (13/6/2026) malam usai salat Maghrib.

Acara tersebut dihadiri oleh sanak saudara, mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Sriwijaya, alumni SMA Negeri 4 Plaju, jamaah Musholla Shirotul Jannah, warga RT 40/RW 11 Talang Karet dan sekitarnya, serta para ikhwan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Jalaliyah Sumatera Selatan.

Almarhumah Salwa Maulidia merupakan putri sulung tercinta dari tiga bersaudara, buah hati pasangan Bapak Yudi Mulyawan dan Ibu Rina Mulyati. Ia adalah cucu dari Basaruddin bin Bauddin dan Ayunah binti Simin, serta cicit dari H. Sainan Sagiman, yang dikenal sebagai Gubernur Sumatera Selatan ke-10.

Sebelum wafat, almarhumah tercatat sebagai mahasiswi semester akhir Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Sriwijaya dan telah menyelesaikan ujian komprehensif dengan baik sebagai salah satu tahapan akhir studinya.

Tausiyah dan doa bersama dipimpin oleh KH. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan S.Q Lc Al-Hafidz, Pendiri Pondok Pesantren Kiai Marogan Talang Jambe sekaligus Guru Spiritual Tarekat Qadariyah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Jalaliyah Sumatera Selatan.

Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui firman-Nya dalam QS. Al-Maidah ayat 35: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya.”

Ayat tersebut disampaikan sebagai pengingat tentang pentingnya ngalap berkah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah melalui bimbingan para alim ulama.

Beliau juga mengutip QS. Al-Mujadilah ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Menurutnya, wafat dalam keadaan menuntut ilmu merupakan sebuah kemuliaan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat orang-orang yang berilmu.

Selain itu, beliau mengingatkan firman Allah dalam QS. Al-Ankabut ayat 57: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kematian adalah kepastian bagi setiap manusia sehingga setiap orang hendaknya mempersiapkan bekal amal terbaik.

Dalam tausiyahnya, KH. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan menyampaikan bahwa almarhumah Salwa yang wafat sebagai penuntut ilmu diharapkan memperoleh husnul khatimah serta menjadi ibrah bagi seluruh hadirin untuk terus menuntut ilmu, menjaga silaturahmi, dan memperbanyak amal jariyah bagi mereka yang telah mendahului.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan zikir yang dipanjatkan untuk mengirimkan pahala kepada almarhumah. Dalam doa bersama, keluarga juga memanjatkan nasab yang bersambung kepada Masagus H. Abdul Hamid (Kiai Marogan), kemudian kepada Sunan Giri Ainul Yaqin (Raden Paku), hingga kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk ngalap berkah.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Yayan, kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan bersama sebagai bentuk sedekah atas nama almarhumah.

Keluarga besar Bapak Yudi Mulyawan dan Ibu Rina Mulyati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir serta memberikan doa untuk almarhumah.

“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amal ibadah Salwa, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan almarhumah di tempat terbaik di sisi-Nya bersama para syuhada dan orang-orang saleh. Kami sekeluarga juga memohon maaf sebesar-besarnya apabila selama hidup almarhumah terdapat perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan,” ungkap pihak keluarga. (*)

Bagaimana Menurut Anda