Pengajian BKMT Tapsel: Jerat Rentenir Dibidik, Bank Sumut Jadi Alternatif

1

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Jeratan pinjaman berbunga tinggi yang membebani masyarakat menjadi perhatian serius Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu.

Dihadapan jamaah Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Angkola di Desa Aek Gunung, Rabu (19/8/2026), Gus Irawan mendorong warga meninggalkan praktik pinjaman berbunga tinggi dan beralih ke akses pembiayaan yang lebih ringan melalui Bank Sumut.

Menurutnya, persoalan rentenir bukan sekadar masalah utang, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi dan ketenteraman keluarga. Karena itu, pemerintah daerah tengah mendorong skema pembiayaan dengan bunga rendah, termasuk pembiayaan 0 persen untuk sektor tertentu.

“Ini cara kita melepaskan umat-umat yang terjerat rentenir. Kita ingin masyarakat terbebas dari beban bunga yang tinggi sehingga kehidupan keluarga menjadi lebih tenteram,” ujar Gus Irawan.

Untuk mengetahui persoalan secara lebih konkret, Bupati meminta camat dan kepala desa melakukan pendataan terhadap masyarakat yang saat ini memiliki pinjaman dengan bunga tinggi. Data tersebut, menurut Gus Irawan, nantinya dapat menjadi dasar untuk mencari solusi pembiayaan yang lebih ringan.

Langkah itu mulai diperkuat di tingkat kecamatan. Camat Batang Angkola Halimahtussakdiah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bank Sumut untuk menyosialisasikan akses pembiayaan kepada masyarakat melalui kegiatan pengajian di desa dan kelurahan.

Gus Irawan menilai forum BKMT tidak hanya penting sebagai ruang penguatan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan program pemerintah sekaligus menyerap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selain rentenir, ia mengingatkan masyarakat mengenai ancaman narkoba dan kemiskinan. Menurutnya, pencegahan narkoba harus dimulai dari keluarga.

“Kalau setiap keluarga di Tapsel terhindar dari narkoba, berarti seluruh Kabupaten Tapanuli Selatan akan terhindar dari narkoba,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga menyerahkan bantuan sosial sebesar Rp8 juta kepada Ermawati Hasibuan, warga yang rumahnya mengalami kebakaran pada Februari 2026. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial setempat.

“Memang mohon maaf baru kali ini bantuan tersedia. Kita bantu sebesar Rp8 juta, mudah-mudahan dapat meringankan beban keluarga yang mengalami kebakaran,” kata Bupati.

Ia sekaligus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering. Warga diminta memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan lilin atau sumber api saat listrik padam, serta tidak sembarangan membakar lahan.

Di sektor ekonomi, Gus Irawan mendorong masyarakat meningkatkan produksi pertanian, perikanan, dan peternakan. Ia menegaskan, kebutuhan pasar di Kabupaten Tapanuli Selatan sebisa mungkin harus dipenuhi dari produksi masyarakat sendiri.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah komoditas telur ayam. Produktivitas peternak lokal yang saat ini disebut berada di kisaran 80 persen didorong meningkat minimal menjadi 90 persen melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan.

“Pasar yang ada di Tapanuli Selatan harus sebisa mungkin dipenuhi oleh produksi masyarakat setempat sendiri,” ujarnya.

Untuk sektor pertanian, pemerintah daerah juga berupaya memberikan kepastian pasar. BUMD ditugaskan sebagai offtaker untuk menampung hasil produksi jagung masyarakat. Menurut Gus Irawan, kepastian pasar menjadi kunci agar petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pertaniannya.

“Sering kali program gagal karena produksinya ada, tetapi pasarnya tidak terjamin. Karena itu kita pastikan hasil jagung masyarakat nantinya dapat ditampung,” katanya.

Sementara itu, Camat Batang Angkola Halimahtussakdiah mengapresiasi perhatian Bupati terhadap masyarakat. Ia menyebut, Gus Irawan telah tiga bulan berturut-turut hadir dalam kegiatan BKMT di wilayah tersebut.

“Selama tiga bulan berturut-turut Bapak selalu hadir di Kecamatan Batang Angkola di tengah-tengah masyarakat. Kami merasa bangga dan berterima kasih atas perhatian Bapak,” ujarnya.

Pengajian Akbar Bulanan BKMT itu turut diisi tausiah keagamaan dan dihadiri Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Abadi Siregar, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok Ade Irma Nasution, serta Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Tapsel.

Hadir juga Kepala Desa Aek Gunung Abizar Alamsyah Nasution, unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pengurus dan jamaah BKMT Kecamatan Batang Angkola. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda