Tunas Muda Gagal, MAN Tapsel Rebut Tahta Bagusi Cup

12

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Tunas Muda All Star Sipagimbar harus mengubur ambisinya menjadi kampiun setelah ditaklukkan MAN Tapanuli Selatan Sipagimbar melalui drama adu penalti pada final Turnamen Sepakbola Bagusi Cup I Tahun 2026.

Bermain di Lapangan Bola Batara Wisnu Bagusi Sipagimbar, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Selasa (18/8/2026), kedua tim menyuguhkan pertandingan sengit sejak awal laga.

Kegigihan kedua tim dalam laga tersebut membuat skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, sehingga penentuan juara harus dilanjutkan melalui adu penalti dari titik putih.

Dimomen krusial tersebut, MAN Tapanuli Selatan Sipagimbar tampil lebih tenang. Eksekusi para pemainnya mengantarkan tim tersebut menang 4-2 sekaligus merebut tahta juara Bagusi Cup I.

Dengan hasil tersebut, MAN Tapanuli Selatan Sipagimbar berhak atas gelar juara I. Tunas Muda All Star Sipagimbar harus puas sebagai juara II, sementara SimasFren FC menempati posisi juara III dan Sitabo-tabo FC sebagai juara IV.

Turnamen yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti sekitar 26 tim. Peserta datang dari sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kecamatan Arse, hingga Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara.

Selain perebutan gelar juara, panitia juga memberikan penghargaan individu. Parel dari SimasFren FC dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak, sedangkan Geri Harahap meraih penghargaan sebagai pemain terbaik.

Sementara itu, penghargaan tim terbaik diberikan kepada Mantab (Mandalasena Tambiski) dari Kecamatan Saipar Dolok Hole.

Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu yang menyaksikan langsung laga final mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan acara ini terus berlangsung pada tahun-tahun yang akan datang,” ujar Gus Irawan.

Menurutnya, pertandingan sepakbola yang berlangsung keras merupakan bagian dari dinamika olahraga. Namun, semangat kompetisi harus tetap berjalan beriringan dengan sportivitas.

“Selamat kepada tim yang berprestasi. Saya ikut menyaksikan pertandingan yang luar biasa. Meskipun berlangsung keras, namanya sepakbola pasti keras, tetapi sportivitas harus tetap dijunjung tinggi,” katanya.

Bagi Gus Irawan, Bagusi Cup bukan sekadar arena perebutan trofi. Turnamen tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat silaturahmi antarmasyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak talenta sepakbola dari Tapanuli Selatan yang muncul dan berkembang.

Lebih jauh, Bupati menilai semangat kebersamaan yang terbangun melalui turnamen tersebut dapat menjadi modal sosial bagi Tapsel untuk bangkit setelah menghadapi bencana.

“Ini menjadi inspirasi bagi kita di Tapanuli Selatan. Kebersamaan terus kita rajut agar Tapsel bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat pascabencana,” ujarnya.

Semarak final Bagusi Cup I turut diramaikan penampilan atlet paralayang Sumatera Utara asal Tapanuli Selatan, Iqmal Yunus Nasution, yang dikenal dengan julukan “Supir Langit”.

Turut hadir Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Anggota DPRD M. Rawi Ritonga, Kepala Dinas Pariwisata, Camat Saipar Dolok Hole, perwakilan KONI, serta masyarakat yang memadati lapangan.

Bagusi Cup I pun meninggalkan pesan lebih besar dari sekadar hasil pertandingan. Dari lapangan hijau, sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh menjadi energi bagi generasi muda sekaligus kekuatan untuk membangun Tapanuli Selatan. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda