Kunci Pemilihan Ekonomi Kendalikan Penyebaran Covid-19

8

PALEMBANG, BERITAANDA – Ekonomi Indonesia dipastikan mengalami resesi di kuartal III-2020 ini. Hal itu melihat proyeksi ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, yakni minus 1 persen sampai minus 2,9 persen.

Meski resesi diambang mata, tapi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan (Sumsel) Hari Widodo mengatakan belum bisa mengomentari resesi karena masih menunggu data resmi yang akan dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kita tunggu hasil rilis data BPS saja, dan semoga hasilnya bagus walau minus namun tidak dalam,” ujar Hari Widodo ketika dikonfirmasi, Kamis (24/9/2020).

Menurutnya, saat kondisi ekonomi mulai berangsur pulih meski belum kembali normal seperti sebelum pandemi, kodisi ekonomi Sumsel termasuk yang baik di tanah air.

Berdasarkan rilis BPS juga tercermin ekspor Sumsel mulai naik dibanding bulan sebelumnya atau month to month, walaupun jika dihitung secara tahunan masih belum sama nilainya dengan tahun lalu.

Hari menilai, upaya bank yang telah menggelontorkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga mulai terlihat dampaknya, karena saat ini aktivitas ekonomi sudah mulai terlihat. Geliat ekonomi di pasar tradisional, mall dan pusat keramaian juga mulai terlihat. Itu artinya masyarakat sudah kembali bertugas lagi sehingga roda perekonomian kembali berputar.

Hanya saja aktivitas ekonomi yang mulai bergeliat ini harus diwaspadai dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai niat memulihkan ekonomi justru menambah kluster atau jumlah penyebaran Covid-19.

“Kuncinya jika ekonomi dan efektivitas bisa kembali pulih, faktor kesehtannya juga harus dikendalikan, ditekan, lebih baik jika zero, sebab semua aktivitas akan kembali normal seperti sedia kala dan ekonomi juga akan kembali efektif dan begerak,” ujarnya. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda