Jalan Sipirok–Aek Bilah Dibangun, Rawi Ritonga: Semoga Tuntas Hingga 2027

38
Anggota DPRD Tapanuli Selatan, Mhd. Rawi Ritonga.

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan Sipirok–Arse–Saipar Dolok Hole (SD Hole)–Aek Bilah hingga batas Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) daerah pemilihan (Dapil) II, Mhd. Rawi Ritonga.

Namun, Rawi berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak berhenti pada tahun anggaran 2026. Ia mendorong agar penanganan ruas jalan yang masih membutuhkan perbaikan dapat dilanjutkan secara bertahap hingga 2027.

“Pembangunan ini tentu kita apresiasi. Namun, kita berharap jangan berhenti sampai di sini. Pembangunan jalan harus terus dilanjutkan secara bertahap hingga tahun 2027,” ujar Rawi, Senin (10/8/2026).

Politisi Partai Golkar itu menilai keberadaan jalan yang layak sangat penting bagi masyarakat di wilayah dapil II. Selain menjadi akses mobilitas warga, jalur tersebut juga berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, terutama masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perkebunan.

Menurut Rawi, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan. Karena itu, pembangunan infrastruktur di jalur Sipirok hingga Aek Bilah diharapkan dilakukan secara berkelanjutan agar konektivitas antarwilayah semakin baik.

“Jangan sampai pembangunan hanya selesai di satu titik, sementara masih ada ruas lain yang kondisinya membutuhkan perhatian. Kita ingin konektivitas Sipirok, Arse, SD Hole dan Aek Bilah semakin baik,” katanya.

Rawi mengatakan, kualitas jalan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Infrastruktur yang baik akan memudahkan petani mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat pemasaran.

“Kalau jalan bagus, masyarakat lebih mudah membawa hasil pertanian. Biaya transportasi juga bisa lebih efisien dan akses menuju daerah lain semakin lancar. Ini tentunya akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus memperkuat sinergi dalam pembangunan infrastruktur.

“Kita berharap pemerintah provinsi dan kabupaten terus bersinergi. Jalan Sipirok–Aek Bilah jangan terhenti. Secara bertahap bisa dituntaskan sehingga masyarakat mendapatkan akses jalan yang layak dan konektivitas antarwilayah semakin kuat,” tegasnya.

Rawi juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu yang dinilainya telah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Masyarakat sudah lama menantikan kondisi jalan yang lebih baik. Mudah-mudahan dengan perbaikan ini mobilitas masyarakat semakin lancar dan perekonomian di Arse hingga Aek Bilah ikut meningkat,” katanya.

Harapan agar pembangunan jalan terus dilanjutkan juga disampaikan masyarakat. Darma, warga Arse yang juga Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Arse, menyambut positif pembangunan jalan tersebut.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap infrastruktur di kawasan Aek Bilah tidak berhenti pada tahun anggaran 2026.

“Kami sangat mengapresiasi pembangunan jalan ini. Harapan kami, pembangunan tidak berhenti pada tahun ini, tetapi terus dilanjutkan sampai seluruh ruas yang membutuhkan perbaikan dapat ditangani,” ujar Darma.

Menurutnya, kondisi jalan sangat menentukan aktivitas masyarakat karena mayoritas warga di kawasan tersebut bekerja di sektor pertanian dan perkebunan.

“Jalan yang bagus sangat membantu masyarakat. Hasil pertanian lebih mudah dibawa keluar dan aktivitas warga juga semakin lancar,” katanya.

Menurut informasi yang dihimpun, pada tahun anggaran 2026, pembangunan infrastruktur jalan di tiga titik pada jalur tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp60 miliar.

Pembangunan pertama berada pada ruas Sipirok–Arse–Simpang Tandosan sepanjang 4 kilometer dengan anggaran Rp24 miliar.

Kemudian, ruas Simpang Tandosan–Sipagimbar, Kecamatan Saipar Dolok Hole, sepanjang 3 kilometer dengan anggaran Rp18 miliar.

Selanjutnya, pembangunan ruas Sipagimbar–Tolang, Kecamatan Aek Bilah hingga batas Kabupaten Paluta, sepanjang 3 kilometer dengan anggaran Rp18 miliar.

Dengan total pembangunan sekitar 10 kilometer pada tiga titik tersebut, masyarakat berharap peningkatan konektivitas tidak berhenti pada ruas yang dikerjakan tahun ini.

Bagi warga Arse, SD Hole hingga Aek Bilah, keberadaan jalan yang layak bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan tersebut menjadi akses penting untuk mengangkut hasil pertanian, menunjang mobilitas masyarakat, serta menggerakkan roda perekonomian daerah.

Karena itu, harapan agar pembangunan terus berlanjut hingga 2027 menjadi bagian dari aspirasi masyarakat agar akses Sipirok–Aek Bilah secara bertahap dapat semakin baik dan manfaatnya dirasakan lebih luas. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda