10 Pejabat Tapsel Dilantik, Bupati Gus Irawan: Jangan Sekadar Jalankan Program

28

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – 10 Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) resmi dilantik. Namun bagi Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, pelantikan bukan sekadar mengisi jabatan yang kosong.

Ada pekerjaan besar yang menanti. Program pembangunan 2026 telah memasuki triwulan ketiga. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta tidak hanya memastikan program berjalan, tetapi juga mampu membuktikan dampaknya bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Gus Irawan saat mengambil sumpah dan melantik 10 PPT Pratama di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Sipirok, Senin (10/8/2026).

“Sejak hari ini saudara menjadi pimpinan tertinggi di unit masing-masing. Sebagai pimpinan tertinggi, hendaknya menjadi contoh dan teladan bagi semua orang yang dipimpin,” ujar Gus Irawan.

Menurutnya, pimpinan perangkat daerah tidak boleh hanya menjadi pengelola rutinitas birokrasi. Mereka harus mampu menggerakkan organisasi, menjadi pemersatu, motivator, dan inspirator bagi jajaran yang dipimpinnya.

Kemampuan membangun komunikasi, empati, koordinasi, dan kolaborasi juga dinilai penting agar setiap kebijakan dapat diterjemahkan menjadi program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Gus Irawan menegaskan, ukuran keberhasilan pemerintah tidak cukup dilihat dari terlaksananya kegiatan maupun terserapnya anggaran. Setiap program harus dievaluasi dari dampak yang dihasilkan.

“Kita sudah berada di triwulan ketiga. Saya berharap semua yang kita programkan dapat kita jalankan, dapat dieksekusi, tetapi tidak hanya eksekusi. Kita akan evaluasi, tidak sekadar output, tetapi outcome-nya bagi masyarakat atas semua program yang kita jalankan,” tegasnya.

Karena itu, para pejabat baru diminta segera bergerak. Waktu pelaksanaan APBD 2026 semakin terbatas, sementara berbagai program pembangunan yang telah direncanakan harus memberikan hasil yang terukur. Pelantikan pejabat secara definitif diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan dan pelaksanaan program di masing-masing perangkat daerah.

Di saat yang sama, Pemkab Tapsel mulai menyiapkan agenda pembangunan 2027 yang akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dalam arahannya, Bupati juga mengingatkan para pejabat terhadap ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi memengaruhi harga energi dan kebutuhan pokok. Menurutnya, daerah harus memiliki daya tahan ekonomi untuk menghadapi berbagai kemungkinan tersebut. Salah satu fondasinya adalah ketahanan pangan.

“Langkah utama untuk menghadapi dinamika geopolitik dunia saat ini adalah penguatan ketahanan nasional, di mana salah satunya adalah ketahanan pangan,” katanya.

Tapsel memiliki kepentingan besar dalam penguatan sektor pangan karena mayoritas masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Karena itu, pengembangan pertanian diminta dilakukan secara terintegrasi dengan peternakan, perikanan, dan diversifikasi pangan lokal.

Bupati mendorong terbentuknya ekosistem pertanian dan peternakan yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Perhatian serupa diberikan kepada sektor perdagangan, koperasi, dan UMKM. Perangkat daerah terkait diminta membuat terobosan agar pelaku usaha tidak sekadar menjadi penerima program, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.

Penguatan manajemen usaha, pencatatan keuangan, diversifikasi produk, akses permodalan melalui perbankan, hingga digitalisasi pemasaran dan pemanfaatan e-commerce dinilai penting untuk meningkatkan daya saing.

Sementara di sektor pariwisata, pemerintah daerah diminta memperbaiki tata kelola, memperkuat inovasi, serta menggali potensi wisata yang dimiliki Tapsel.

Pengembangan objek wisata diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kunjungan, tetapi juga mampu membuka ruang ekonomi bagi masyarakat dan UMKM di sekitarnya.

Pengelolaan retribusi objek wisata pun diminta dilakukan sesuai ketentuan agar sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

10 pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka dan telah mendapat rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Surat Nomor 38107/R-AK.02.03/HD/F/2026 tanggal 28 Juli 2026 tentang rekomendasi hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Mereka yakni Yohanes sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tapsel, Sugeng Priono Siregar sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Nur Aini Dewi sebagai Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Hamonangan sebagai Kepala Dinas Perhubungan, serta Muhammad Taufik Batubara sebagai Kepala Dinas Pertanian.

Selanjutnya Muhammad Yusuf sebagai Kepala Dinas Sosial, Bonardo Amudinta Parluhutan Marpaung sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Akhmad Sani Harchan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ilyas Pasaribu sebagai Kepala Dinas Pariwisata, serta Asrul Ali Siregar sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Gus Irawan menekankan, proses seleksi dan asesmen yang telah dilalui para pejabat tersebut harus menjadi modal untuk menjalankan tugas secara profesional. Ia kembali meminta seluruh pejabat membangun koordinasi dan sinergi lintas perangkat daerah.

“Untuk menghasilkan program yang baik dibutuhkan koordinasi dan sinergitas antarperangkat daerah. Oleh karena itu, saya harapkan kepada saudara dan saudari yang baru dilantik untuk melakukan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi,” tegasnya.

Dengan jabatan yang kini definitif, tantangan para pejabat baru pun semakin jelas: bukan sekadar menjalankan program, tetapi memastikan setiap kebijakan menghasilkan perubahan yang nyata bagi masyarakat Tapsel.

Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, para kepala bagian, serta ASN di lingkungan Pemkab Tapsel. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda