Bupati Tantang KNPI Tapsel: Jangan Cuma Cakap-Cakap, Harus Kerja Nyata

0

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Pelantikan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) periode 2026–2029 bukan sekadar pergantian kepengurusan.

Di tengah Tapsel yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana, Bupati H. Gus Irawan Pasaribu justru melempar tantangan keras kepada kaum muda agar jangan berhenti pada kata-kata, tetapi membuktikannya dengan kerja nyata.

Pesan itu disampaikan Gus Irawan saat menghadiri pelantikan DPD KNPI Tapsel di Gedung Serbaguna Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Sabtu (22/8/2026).

Abdul Rahman Al-Mandili Nasution atau yang akrab disapa Bung Menzet dipercaya memimpin KNPI Tapanuli Selatan untuk masa bakti 2026–2029. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menjadikan KNPI sebagai rumah besar bagi 37 organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.

Pelantikan itu turut dihadiri Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda H. Sofyan Adil Siregar, unsur Forkopimda, perwakilan DPRD Tapsel, pimpinan OPD, para camat, tokoh KNPI Sumut, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan perusahaan, serta pimpinan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.

Gus Irawan mengatakan pemuda harus memiliki karakter petarung, pejuang, tidak mudah menyerah, serta memiliki jiwa kesetiakawanan dan sosial. Namun, karakter itu, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi slogan organisasi. Semangat tersebut harus diterjemahkan menjadi tindakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Ciri pemuda adalah petarung, pejuang, tidak kenal lelah, memiliki jiwa kesetiakawanan dan jiwa sosial,” tegas Gus Irawan.

Tantangan tersebut semakin penting karena Tapsel masih menghadapi pekerjaan besar pascabencana yang terjadi pada 25 November 2025.

Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memukul perekonomian dan mata pencaharian masyarakat. Dalam kondisi itu, pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendirian. Karena itu, Bupati meminta KNPI mengambil bagian dalam pemulihan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga pencegahan berbagai penyakit sosial.

“Bantu kami untuk pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat pascabencana ini. Pemuda harus menjadi agen perubahan,” tegasnya.

Gus Irawan juga mengajak KNPI bersama 37 organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di dalamnya untuk masuk langsung ke program-program strategis pemerintah daerah.

Ia menawarkan forum coffee morning setiap tiga bulan sebagai ruang dialog antara pemerintah, KNPI, dan organisasi kepemudaan. Namun, forum itu tidak boleh berakhir sebagai pertemuan rutin tanpa hasil.

Setiap pembahasan, kata Gus Irawan, harus bermuara pada gagasan, program, dan tindakan konkret. “Jangan hanya cakap-cakap. Saya ingin sesuatu yang real,” katanya.

Salah satu bentuk kerja nyata yang ditawarkan pemerintah adalah mendorong pemuda masuk ke sektor pertanian. Pemkab Tapsel akan membuka ruang pemanfaatan lahan produktif dengan dukungan program pertanian, KUR bunga nol persen, pendampingan penyuluh, serta dukungan pasar melalui off-taker.

Program itu dapat disinergikan dengan sejumlah program prioritas daerah, seperti Gerakan Seribu Kolam, Gerakan Seribu Hektare Jagung, dan pengembangan peternakan ayam petelur. Dengan skema itu, pemuda tidak hanya ditempatkan sebagai penggerak organisasi, tetapi juga didorong menjadi pelaku ekonomi dan pencipta lapangan kerja.

Di sisi lain, Gus Irawan meminta KNPI mengambil posisi dalam persoalan sosial yang mengancam masyarakat. Narkoba, judi online, rentenir, dan kemiskinan harus dilawan secara bersama-sama.

“Perang melawan narkoba, judi online, rentenir, dan kemiskinan. Tolong bantu kami,” pintanya.

Bagi Bupati, pemuda harus menjadi kekuatan moral sekaligus agen perubahan yang mampu hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Ketua DPD KNPI Sumatera Utara Aldi Syahputra Siregar menilai KNPI memiliki tanggung jawab besar dalam membantu pemerintah menghadapi dampak bencana dan mempercepat pemulihan ekonomi Tapsel. Menurutnya, pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan seluruh persoalan sendirian.

“Pemerintah sendiri mungkin tidak akan sanggup menyelesaikannya. Di sinilah harapan dan tugas KNPI untuk menemani, mendampingi, ikut membangun dan ikut memajukan perekonomian Tapsel,” ujarnya.

Aldi juga mendorong konsep aktivispreneur sebagai bagian dari gerakan kepemudaan. Aktivis tidak cukup hanya pandai menyampaikan kritik, tetapi juga harus mampu menjadi pelaku usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Apalagi, dampak bencana telah membuat sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian. Karena itu, pemuda dituntut mampu membaca peluang, mengembangkan potensi lahan, membuka usaha, mengedukasi masyarakat, hingga menarik investasi untuk mempercepat pemulihan.

Tokoh senior KNPI Sumatera Utara H. Syahrul M. Pasaribu mengingatkan pengurus baru agar menjadikan KNPI sebagai wadah pembelajaran sekaligus laboratorium kader bangsa. Menurutnya, pemuda, pembangunan, dan masa depan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Jadikanlah wadah ini sebagai wadah melatih diri, organisasi untuk bertukar pikiran bagaimana mendorong pembangunan di Tapsel supaya berkelanjutan dan cepat maju,” katanya.

Sementara itu, mewakili Ketua DPRD Tapsel, Rocky AP Gultom menegaskan pelantikan KNPI bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Ada amanah dan tanggung jawab besar yang menunggu pengurus baru.

KNPI diharapkan menjadi rumah bersama seluruh pemuda sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dan DPRD dalam mengawal pembangunan yang berpihak kepada kepentingan generasi muda.

“Jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk terpecah,” pesannya.

Ketua DPD KNPI Tapsel periode 2026–2029 Abdul Rahman Al-Mandili Nasution menegaskan, kepengurusan baru tidak ingin menjadikan KNPI sekadar ruang berkumpul. Ia ingin KNPI menjadi ruang tumbuh, tempat melahirkan gagasan, mengasah kepemimpinan, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin KNPI menjadi ruang untuk menghadirkan solusi yang nyata di Tapanuli Selatan,” ujar Bung Menzet.

Secara tegas, ia menyatakan KNPI akan membangun kolaborasi yang sehat dan produktif dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen kepemudaan.

Bung Menzet mengingatkan, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Demikian pula KNPI tidak akan mampu menyelesaikan persoalan pembangunan tanpa kolaborasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus meninggalkan ego sektoral, ego kelompok, dan kepentingan jangka pendek. Organisasi harus bekerja dengan integritas, berbasis data dan gagasan, serta bergerak melalui kolaborasi. Yang lebih penting, jabatan tidak boleh menjadi sekadar simbol kehormatan.

“Jabatan dalam organisasi bukan tempat mencari kehormatan. Jabatan adalah tempat membuktikan pengabdian kepada masyarakat. Jangan bertanya apa yang bisa saya dapatkan dari KNPI, tetapi apa yang bisa saya berikan melalui KNPI,” tegasnya.

Kini tantangan itu telah diletakkan di depan pengurus baru KNPI Tapanuli Selatan. Pemerintah meminta kerja nyata. KNPI menjanjikan solusi. Masyarakat tinggal menunggu pembuktiannya, apakah KNPI periode 2026–2029 benar-benar mampu turun dari panggung seremoni dan masuk ke tengah persoalan masyarakat?. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda