Bupati OKI Pastikan Warga Terdampak Karhutla Dapat Layanan Kesehatan Gratis

9

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Muchendi Mahzareki, memastikan masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat penanganan kesehatan secara maksimal dan tanpa biaya.

Hal itu disampaikan Muchendi saat meninjau Puskesmas Tulung Selapan, Selasa (6/10/2026), untuk melihat langsung kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak asap, termasuk anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Muchendi meminta jajaran puskesmas tidak hanya menunggu masyarakat datang berobat. Petugas kesehatan diminta aktif memberikan edukasi kepada warga mengenai risiko paparan asap serta langkah-langkah perlindungan kesehatan, termasuk di lingkungan sekolah.

“Yang paling penting masyarakat harus mendapat pelayanan kesehatan secara maksimal. Kalau ada keluhan akibat asap, segera ditangani. Pelayanannya gratis, sesuai dengan edaran dan arahan Gubernur Sumatera Selatan,” kata Muchendi.

Menurut dia, dampak karhutla tidak berhenti pada kebakaran lahan. Asap yang muncul dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

Karena itu, Muchendi meminta puskesmas memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, dan keluhan pernapasan lainnya.

“Puskesmas harus aktif mengedukasi masyarakat. Jangan sampai warga tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika kualitas udara memburuk dan mulai muncul keluhan kesehatan,” ujarnya.

Muchendi juga meminta masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat di wilayah terdampak, termasuk kepada siswa dan sekolah. Perlindungan terhadap anak menjadi perhatian karena mereka tetap menjalankan aktivitas belajar di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Masker harus dibagikan gratis kepada masyarakat sekitar. Sekolah-sekolah juga harus mendapat pembagian masker. Anak-anak harus kita lindungi,” katanya.

Data Puskesmas Tulung Selapan menunjukkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih ditemukan dalam beberapa bulan terakhir. Tercatat 130 kasus pada Juni, 135 kasus pada Juli, dan meningkat menjadi 158 kasus pada Agustus. Pada September terdapat 118 kasus, sedangkan hingga minggu pertama Oktober tercatat 28 kasus.

Data tersebut menjadi perhatian untuk memperkuat langkah pencegahan dan pelayanan kesehatan di tengah kondisi karhutla.

Muchendi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap menebal. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Jangan menunggu kondisi menjadi berat. Kalau mulai batuk, sesak, mata terasa perih, atau ada gangguan pernapasan setelah terpapar asap, segera datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Muchendi. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda