Syahrul Pasaribu Sambut Kunjungan MUI Sumut, Bahas Kesiapan Musda Tapsel

147
Ketua MUI Sumut, H. Maratua Simanjuntak tampak berbincang dengan Ketua Dewan Peetimbangan MUI Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu terkait persiapan pelaksanaan Musda ke-X.

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-X Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (31/12/2025) di Gedung Astaka, Sipirok, jajaran MUI Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan konsolidasi sekaligus silaturahmi ke wilayah Tapsel.

Kedatangan rombongan MUI Sumut dipimpin langsung oleh Ketua Umum H. Maratua Simanjuntak dan disambut hangat Ketua Dewan Pertimbangan MUI Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu, didampingi Sekretaris Dewan Pertimbangan Ikhwan, di Hotel Natama, Padangsidimpuan, Selasa (30/12/2025) malam.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diwarnai pembahasan terkait kesiapan pelaksanaan Musda.

Dihadapan jajaran MUI Tapsel, Maratua menegaskan pentingnya Musda sebagai momentum strategis untuk memastikan kesinambungan organisasi MUI di daerah.

“Musda merupakan momentum penting bagi MUI untuk melanjutkan tugas sebagai waratsatul anbiya, khadimul ummah, sekaligus shadiqul hukumah,” ujar Maratua.

Ia menjelaskan, Musda menjadi ajang evaluasi terhadap program yang telah berjalan, penyusunan Program Kerja Lima Tahun ke depan, serta pemilihan kepengurusan melalui pembentukan tim formatur.

Selain itu, kata Maratua, Musda juga akan merumuskan rekomendasi strategis terkait isu keagamaan, sosial, hingga kebijakan lokal.

Ia menambahkan, struktur dan keanggotaan MUI hingga tingkat kecamatan turut dievaluasi sebagai bagian dari upaya penguatan peran organisasi secara menyeluruh.

Di tengah pembahasan agenda Musda, Maratua juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

“MUI Pusat melalui MUI Sumut telah menyalurkan bantuan kepada para korban di Batangtoru. Mari kita bersama-sama memperbanyak doa agar musibah ini segera berlalu,” ungkapnya.

Sementara itu, Syahrul M. Pasaribu mengaku sangat terpukul melihat besarnya skala kerusakan akibat bencana. Menurutnya, Tapsel yang selama ini dikenal relatif aman dari bencana besar kini harus menghadapi tragedi dengan dampak luas hampir di seluruh kecamatan.

“Saya tidak pernah membayangkan bencana sebesar ini terjadi dan memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Syahrul menekankan pentingnya kehadiran MUI sebagai penyejuk dan pemersatu umat, terutama di tengah situasi penuh keprihatinan.

Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat persatuan, tidak saling menyalahkan, serta menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai mantan Bupati Tapsel dua periode, Syahrul juga menyoroti kerusakan infrastruktur serta kerugian besar di sektor pertanian dan persawahan yang ditaksir mencapai triliunan rupiah.

“Kita berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian besar terhadap perbaikan infrastruktur di Tapsel. Untuk proses pemulihan, saya perkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun,” tegasnya.

Diakhir pertemuan, Syahrul menyampaikan harapannya agar Musda ke-X MUI Tapsel dapat berlangsung sukses dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.

Ia juga mendorong MUI untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait kepedulian terhadap lingkungan sebagai langkah penting dalam meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda