Di Atas Sungai, Jembatan Garuda Menyatukan Harapan Warga Pekon Umbar

16

TANGGAMUS, BERITAANDA – Deru air sungai yang selama bertahun-tahun menjadi batas kehidupan warga Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, kini tak lagi menakutkan. Di atas aliran deras tersebut, Jembatan Gantung Garuda berdiri kokoh. Bukan sekadar rangka baja, melainkan jembatan harapan yang lama dinanti masyarakat.

Selasa (30/12/2025) pagi, suasana Pekon Umbar tampak berbeda. Puluhan warga berduyun-duyun mendatangi lokasi peresmian. Ada yang datang bersama anak-anak, ada pula yang berdiri lama menatap jembatan, seolah memastikan bahwa bentangan yang kini terbentang dihadapan mereka bukan lagi sekadar mimpi.

Bagi warga setempat, sungai selama ini bukan hanya bentang alam, tetapi juga penghalang aktivitas. Saat air surut, warga masih berani menyeberang. Namun ketika hujan turun dan arus meninggi, perjalanan menuju sekolah, kebun, maupun fasilitas kesehatan kerap tertunda, bahkan terhenti.

Juwita, salah seorang warga, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengenang masa-masa ketika anak-anak harus menunggu lama, bahkan batal berangkat sekolah karena sungai tak bisa dilintasi.

“Kami bersyukur sekali. Anak-anak sekolah itu susah kalau mau menyeberang sungai, apalagi kalau ada warga yang sakit. Sekarang kami merasa lebih aman,” ujarnya.

Ucapan terima kasih pun ia sampaikan kepada Presiden, TNI, serta jajaran Kodam XXI/Radin Inten yang telah menghadirkan jembatan tersebut. Baginya, Jembatan Gantung Garuda merupakan jawaban atas kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk kehadiran negara di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

“Ini adalah perintah Presiden untuk membuka akses, mempercepat pembangunan, serta mendorong perekonomian masyarakat. Anak-anak harus bisa sekolah dengan aman dan warga harus mudah beraktivitas,” katanya.

Jembatan sepanjang 120 meter itu dibangun dalam waktu relatif singkat, sekitar enam hari. Proses pembangunannya melibatkan gotong royong masyarakat, sehingga jembatan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga hasil kebersamaan warga Pekon Umbar.

“Tidak ada kesulitan berarti dalam pembangunan. Kami berharap masyarakat dapat menjaga jembatan ini karena manfaatnya sangat besar,” tambah Kristomei.

Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur daerah. Ia menilai Jembatan Gantung Garuda akan menjadi penggerak baru roda ekonomi dan pembangunan masyarakat.

“Jembatan ini diharapkan membuka akses yang selama ini terhambat, sehingga perekonomian dan pembangunan masyarakat bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

Kini, Jembatan Gantung Garuda tak hanya menghubungkan dua sisi sungai. Ia menyatukan harapan antara rumah dan sekolah, antara kebun dan pasar, serta menghapus keterisolasian menuju masa depan yang lebih terbuka bagi warga Pekon Umbar. (*)

Bagaimana Menurut Anda