Sembako Akan Dikenakan PPN, Begini Kata Pedagang di Pasar Muntilan

21
Kios Bu Neneng di Pasar Muntilang, Magelang.

MAGELANG-JATENG, BERITAANDAWacana pemerintah yang berencana mengenakan PPN (pajak penambahan nilai) pada sekolah dan bahan pokok (sembako) membuat sejumlah pedagang pasar was-was. Hal ini seperti yang diungkapkan salah satu pedagang sembako di Pasar Muntilan, Neneng.

Sebelumnya ia mengaku belum terlalu mengetahui mengenai wacana pemerintah tersebut. “Ya janganlah, kita aja untungnya kecil kalo dikenai PPN untungnya darimana, sedangkan pasar kondisinya masih sepi,” kata Neneng pada BERITAANDA, Rabu (16/6).

Dirinya menjelaskan bahwa pengenaan PPN di masa sekarang tidak tepat karena ekonomi rakyat sedang susah. “Boleh kalo keadaan sudah membaik, kalo sekarang kan ekonomi rakyat sedang susah, kalau dikenai PPN kasihan kami kami ini yang mayoritas berjualan,” ujarnya.

Neneng juga menjelaskan bahwa dampak Covid-19 masih terasa sampai sekarang. “Masih sangat terasa dampak corona, dalam sehari saja untung bersih aja kurang dari 50 ribu, untuk makan sehari hari saja kadang nombok to,” jelasnya.

Selain menjelaskan keadaan ekonominya, dirinya berpesan kepada pemerintah untuk dapat mengatasi premanisme yang terjadi di pasar-pasar, khususnya di Muntilan.

“Saya sih pesen kepada pemerintah, tolong kami di Pasar Muntilan dikuasai preman,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Muntilan, Budiman mengatakan, sampai saat ini belum ada pemberitahuan pasti terkait rencana pengenaan PPN pada sembako.

“Untuk masalah isu-isu seputar PPN sembako sampai saat ini saya belum ada informasi resmi tentang hal itu, dan dari pedagang juga belum ada yang membicarakan hal ini kepada kami,” terangnya. [Faisal]

Bagaimana Menurut Anda