Pertamina Tambah Pasokan LPG Subsidi 19 Ribu Tabung di Kayuagung

13

PALEMBANG, BERITAANDA – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region II Sumbagsel, melakukan penambahan alokasi fakultatif LPG 3 Kg bersubsidi di bulan Oktober hingga 19.040 tabung di beberapa kecamatan, terutama Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI.

Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Dewi Sri Utami mengatakan, tambahan fakultatif merupakan upaya untuk mengamankan ketahanan stok dengan melihat situasi perkembangan kebutuhan di lapangan.

Pada tahap pertama dilakukan penambahan sebesar  9.520 tabung, dan tahap kedua per 20 Oktober 2020 sebesar 9.520 tabung. Adapun total konsumsi LPG 3 Kg bersubsidi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) selama bulan Oktober adalah sebesar 439.600 tabung, yang disalurkan melalui delapan agen dan 483 pangkalan aktif.

Penambahan alokasi bersifat situasional atau fakultatif tersebut dilakukan menyusul adanya peningkatan permintaan di masyarakat.

Dewi mengatakan, stok LPG subsidi 3 Kg di pangkalan aman. Jumlah rata-rata stok di Kecamatan Kayuagung antara 40 – 560 tabung per hari ini. Sejak Agustus 2020, telah diberlakukan bahwa pangkalan hanya menjual maksimal 30 persen alokasi ke pengecer sekitar, stok di pangkalan hanya menjual LPG 3 Kg ke konsumen rumah tangga langsung.

“Kami mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selalu membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi Pertamina yang terdaftar dan memiliki plang warna hijau yang mencantumkan informasi nama pangkalan, nomor registrasi dan informasi harga eceran tertinggi (HET),” tambah Dewi.

Pertamina bertanggung jawab mengawasi pasokan LPG di jalur distribusi dari agen hingga panggkalan. Karena itu apabila ditemukan pangkalan yang berlaku curang, seperti menjual LPG 3 Kg bersubsidi diatas HET, menjual untuk industri, atau menjual ke pengecer dalam jumlah yang banyak, Pertamina dapat memberikan sanksi hingga pemutusan hubungan usaha (PHU).

Pertamina senantiasa berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, Disperindag, agen, hingga aparat kepolisian untuk mengawasi distribusi dan menjaga ketahanan stok serta kestabilan harga di Kabupaten OKI.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memantau pemakaian LPG subsidi ini, sehingga bisa digunakan oleh masyarakat yang berhak, yakni rumah tangga pra sejahtera dan usaha mikro,” tutup Dewi.(Febri)

Bagaimana Menurut Anda