Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Kereta Api Babaranjang dan Sepeda Motor di OKU Timur

14

OKU TIMUR, BERITAANDA – Polres OKU Timur bergerak cepat menangani kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Kereta Api Babaranjang dengan sebuah sepeda motor di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Sungai Binjai, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 08.05 WIB.

Korban berinisial A (36), warga Desa Banuayu, Kecamatan Buay Madang, mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi B 6584 NNW saat melintasi rel kereta api.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, masinis Kereta Api Babaranjang Nomor KA 4118 telah membunyikan klakson sebagai tanda peringatan sebelum melintas. Namun, korban diduga tidak menyadari datangnya kereta sehingga sepeda motornya berhenti di atas rel. Kereta kemudian menabrak bagian depan kendaraan hingga korban terpental dan mengalami luka berat.

Usai menerima laporan masyarakat, personel Satlantas Polres OKU Timur bersama instansi terkait langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP, mengevakuasi korban ke RSUD Martapura, meminta keterangan saksi, serta melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kecelakaan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara barang bukti berupa sepeda motor telah diamankan dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono SIK MH mengatakan, seluruh proses penanganan kecelakaan dilakukan secara cepat, profesional, dan sesuai prosedur guna memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu. Pastikan berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta mendahulukan perjalanan kereta api demi keselamatan bersama,” ujarnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda