Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Lampung Selatan Cek Sirene Tsunami dan Jalur Evakuasi Pesisir

12

LAMPUNG SELATAN, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kawasan pesisir guna memastikan keselamatan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Menindaklanjuti instruksi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tower sirene peringatan dini tsunami, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga lokasi pengungsian di kawasan rawan bencana.

Pengecekan yang berlangsung pada Selasa (8/9/2026) tersebut menyasar sejumlah lokasi di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa. Kegiatan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, TNI-Polri, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat dan fasilitas pendukung evakuasi dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

“Untuk di Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, semua unsur terpenuhi. Destana (Desa Tangguh Bencana) ada, jalur evakuasinya ada, titik kumpulnya ada, tempat pengungsiannya ada, tower tsunami ada dan berfungsi dengan baik,” ujar Maturidi.

Pengecekan selanjutnya dilakukan di Kecamatan Rajabasa, meliputi Desa Banding, Desa Sukaraja, dan Desa Way Muli Induk.

Maturidi menyebut Desa Banding dan Desa Way Muli Induk telah memiliki komponen kesiapsiagaan yang diperlukan, mulai dari kepengurusan Destana, jalur evakuasi, titik kumpul, lokasi pengungsian, hingga tower peringatan dini tsunami yang berfungsi dengan baik.

Namun, hasil pemeriksaan di Desa Sukaraja menemukan adanya kendala pada sistem tower peringatan dini tsunami yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Dari empat lokasi yang menjadi titik pengecekan hari ini, hanya di Sukaraja yang sedikit bermasalah. Tower-nya memang ada permasalahan. Jika dipantau dari kantor, dia berfungsi, tetapi di lokasi tidak berfungsi. Ini segera kita laporkan ke pusat,” kata Maturidi.

Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan secara berkala terhadap seluruh perangkat mitigasi bencana. Dengan pengecekan langsung di lapangan, kondisi riil setiap perangkat dapat diketahui sehingga apabila ditemukan kendala, penanganan dan perbaikan dapat segera dilakukan.

Maturidi menegaskan, keberadaan sirene peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang mudah dijangkau, serta kesiapan masyarakat merupakan faktor penting dalam meminimalkan risiko korban jiwa apabila terjadi bencana.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Lampung Selatan terus memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di wilayah pesisir. Optimalisasi sistem peringatan dini dan peningkatan kapasitas masyarakat diharapkan dapat memastikan kesiapsiagaan daerah tidak hanya terfokus pada pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, tetapi juga pada kesiapan seluruh perangkat evakuasi dan perlindungan masyarakat agar dapat berfungsi maksimal saat dibutuhkan. (Kmf)

Bagaimana Menurut Anda