Kebun Anggur BUMDes Merak Batin Curi Perhatian Mendes PDT, Potensi Ekonomi Desa Mulai Berbuah

13

LAMPUNG SELATAN, BERITAANDA – Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, mulai menunjukkan hasil. Tak hanya menjadi sumber produksi, kebun tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai penggerak ekonomi sekaligus destinasi wisata desa.

Potensi tersebut bahkan menarik perhatian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto.

Yandri didampingi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengunjungi Desa Merak Batin sekaligus menghadiri panen perdana Anggur BUMDes Merak Berseri, Sabtu (5/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap upaya desa mengembangkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dihadapan masyarakat dan pemangku kepentingan, Yandri menegaskan bahwa pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha hingga media harus bergerak bersama.

“Inilah cara kita melaksanakan perintah Bapak Presiden, mesti disambut oleh semua elemen. Kata Pak Presiden, kita bukan Superman, kita Super Tim,” ujar Yandri.

Ia mengatakan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terus mendorong keterlibatan seluruh elemen dalam pembangunan desa. Kolaborasi dinilai penting agar potensi yang dimiliki setiap desa dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan dampak ekonomi nyata.

Yandri menyebut Desa Merak Batin sebagai salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru yang layak menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. Bahkan, ia meyakini keberhasilan Desa Merak Batin dalam mengembangkan kebun anggur akan mendapat perhatian lebih luas.

“Hari ini Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, akan menjadi berita nasional se-Indonesia,” katanya.

Yandri juga menekankan pentingnya peran media dalam memperkenalkan keberhasilan pembangunan desa kepada masyarakat luas. Di tengah derasnya arus informasi, ia mengajak masyarakat bijak menerima sekaligus menyebarkan informasi.

Ia juga mendorong gerakan “jempol baik” dengan membagikan informasi yang positif dan membangun.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan kunjungan Mendes PDT menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Egi, sinergi tersebut penting terutama dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengembangkan ekonomi berbasis potensi desa.

Lampung Selatan, kata Egi, memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Dari total 256 desa dan empat kelurahan, sekitar 75 persen wilayah Kabupaten Lampung Selatan merupakan kawasan pertanian, baik persawahan maupun nonpersawahan.

Potensi tersebut dinilai membuka ruang besar bagi pengembangan pertanian yang terintegrasi dengan sektor lain, termasuk pariwisata.

“Lampung Selatan mencoba mengolaborasikan program ketahanan pangan dan wisata. Visi dan misi kami bagaimana olahan pertanian dan perkebunan bisa dipadukan dengan pariwisata,” ujar Egi.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan pada 2025 mencapai 5,71 persen. Angka tersebut menjadi modal penting untuk terus mengembangkan pembangunan berbasis potensi lokal dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Menurut Egi, Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri merupakan salah satu contoh konkret pengembangan sektor pertanian yang tidak berhenti pada kegiatan produksi.

Lebih dari itu, kebun anggur dapat menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjadi daya tarik wisata baru bagi desa.

Egi juga menilai keberadaan pasar dan kepastian daya serap hasil produksi menjadi faktor penting agar usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Di Desa Merak Batin, daya serap dan demand-nya ada kepastian. Ini yang diinginkan pelaku usaha,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat sehingga berbagai program nasional dapat diakselerasi hingga tingkat desa.

Dengan begitu, pembangunan desa diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan masyarakat yang semakin produktif, mandiri, dan sejahtera.

“Harapannya, dengan kehadiran program pusat yang mampu kita akselerasi bersama kabupaten, kita bisa membangun Lampung Selatan dan masyarakat di sini menjadi lebih produktif lagi,” kata Egi. (Kmf)

Bagaimana Menurut Anda