Pacu Pertanian, Syahrul Pasaribu Dorong Ekonomi Tapsel Bangkit

4

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Upaya mengoptimalkan lahan pertanian terus digerakkan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangkitkan perekonomian masyarakat pascabencana.

Hal itu disampaikan Pembina KTNA Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu, saat menghadiri tanam perdana jagung di Dusun Ujung Padang, Desa Nanggar Jati, Kecamatan Arse, Selasa (25/8/2026).

Penanaman perdana jagung tersebut dilakukan Kelompok Tani Dos Niroha bersama masyarakat di lahan seluas 12 hektare.

Menurut Syahrul, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar program ketahanan pangan tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi benar-benar berjalan di lapangan.

“Program tidak akan berjalan maksimal kalau hanya pemerintah yang bergerak. Masyarakat dan kelompok tani harus ikut mengambil bagian,” kata Syahrul.

Ia menilai, pertanian harus menjadi bagian dari gerakan pemulihan ekonomi Tapsel. Komoditas jagung yang dipilih Pemkab Tapsel karena relatif cepat menghasilkan perlu didukung bersama. Sementara itu, lahan juga dapat dikembangkan dengan pola tumpang sari bersama kopi sebagai tanaman jangka panjang.

“Jagung bisa memberikan hasil lebih cepat, sementara kopi dipersiapkan sebagai tanaman jangka panjang. Ini pola yang baik karena petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas,” ujarnya.

Syahrul mengingatkan agar gerakan pertanian tidak berhenti pada seremoni tanam. Perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemasaran hasil harus dipikirkan sejak awal.

Sementara untuk pemasaran, Syahrul melihat Pemkab Tapsel siap menjadi offtaker apabila petani menghadapi kendala.

“Setelah ditanam harus dirawat, dipelihara, dikendalikan hama dan penyakit tanaman,” katanya.

Ia berharap pengembangan lahan produktif di Nanggar Jati dapat menjadi contoh bagi desa lain. Syahrul optimistis tanaman jagung di lokasi itu akan berhasil karena di desa yang sama, saat menjabat Bupati Tapsel, ia pernah melakukan panen tanaman jagung bersama Polres Tapsel pada 2019 dengan hasil yang baik.

Menurutnya, semakin luas lahan yang digarap, semakin besar peluang masyarakat meningkatkan pendapatan.

“Kalau gerakan seperti ini berkembang di berbagai desa, kita bukan hanya membantu pemerintah menjalankan program ketahanan pangan, tetapi juga membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari bawah,” ucapnya.

Kelompok Tani Dos Niroha yang diketuai Zulkarya Marbun saat ini bersama 30 anggota menggarap 12 hektare lahan jagung. Luas itu ditargetkan bertambah 14 hektare hingga Desember 2026 sehingga mencapai 26 hektare pada 2026. Rencananya, luasan tersebut akan ditambah pada 2027.

Tanaman jagung ini akan ditumpangsarikan dengan tanaman kopi Arabika yang ditargetkan ditanam di lahan seluas 20 hektare pada September. Sementara Robusta Lampung dikembangkan di areal 6 hektare pada Oktober bekerja sama dengan Dinas Pertanian.

Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan menyebut pengembangan lahan tersebut sebagai langkah positif untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi petani.

Sementara itu, Camat Arse Partahian berharap areal pertanian di Desa Nanggar Jati yang luasnya mencapai puluhan hektare dan berstatus Area Penggunaan Lain (APL) tersebut dapat terus dikembangkan.

Ia juga berharap pemerintah atasan turut membantu pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, maupun penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Tapsel Taufik Batubara yang diwakili Koordinator BPP Arse, Natal Yana SP menegaskan, akan mengawal kegiatan tersebut hingga berhasil.

Kegiatan itu turut dihadiri Tokoh Masyarakat Sipirok Narobi yang juga mantan Ketua KNPI Tapsel Saleh Sahban Hutasuhut, mantan Ketua Harian KONI Tapsel Zunaidi, serta Ketua DPD KNPI Tapsel Abdul Rahman Al-Mandili Nasution.

Hadir pula Kepala Desa Nanggar Jati Sarwan Halomoan, perwakilan Kementerian Pertanian Sitompul, PPL Ummi Safrida Harahap, penyuluh pertanian Habibi, serta tokoh masyarakat setempat. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda