Tanam Perdana Jagung di Sipirok, Syahrul Pasaribu Ajak Warga Dukung Ketahanan Pangan

25

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Hamparan lahan seluas 10 hektare di Dusun Hasahatan, Desa Dolok Sordang Julu, Kecamatan Sipirok mulai ditanami jagung. Penanaman perdana dilakukan pada Ahad (23/8/2026), sebagai bagian dari upaya menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pertanian.

Kegiatan ini sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Pembina KTNA Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu, mengajak masyarakat ikut bergerak mendukung program tersebut. Menurutnya, ketahanan pangan tidak mungkin hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Petani dan masyarakat, kata Syahrul, harus ikut mengambil bagian dengan mengoptimalkan lahan yang masih tersedia.

“Gerakan ketahanan pangan ini harus kita dukung bersama. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Masyarakat, khususnya para petani, harus ikut mengambil bagian dengan memanfaatkan lahan yang ada secara produktif,” ujarnya.

Syahrul berharap penanaman tahap pertama seluas 10 hektare ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lahan yang sudah ditanami harus dirawat dan dikelola dengan baik agar menghasilkan serta memberikan manfaat bagi petani.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan lahan pertanian menjadi lahan tidur.

“Lahan yang ada jangan dibiarkan kosong. Kalau bisa ditanami jagung, padi atau tanaman pangan lainnya, mari kita manfaatkan. Ini bagian dari upaya kita memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut mantan Bupati Tapanuli Selatan dua periode tersebut, pertanian merupakan salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di pedesaan. Karena itu, gerakan ketahanan pangan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, KTNA, kelompok tani dan masyarakat.

“Program Pemkab Tapsel untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, mari kita dukung. Kalau petani bergerak, pemerintah memberikan dukungan dan semua pihak ikut membantu, saya yakin ketahanan pangan di Tapsel bisa semakin meningkat,” ujarnya.

Syahrul berharap kegiatan di Dusun Hasahatan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya. Lahan yang masih tersedia, menurutnya, perlu dioptimalkan sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing wilayah.

“Program ketahanan pangan Pemkab Tapsel harus dibangun dari desa. Kalau desa kuat, petaninya bergerak dan produksinya meningkat, maka ketahanan pangan daerah juga akan semakin kuat,” katanya.

Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan bersama jajaran KTNA turut mengajak seluruh kelompok tani mengambil peran dalam program tanam jagung seluas 1.000 hektare yang dicanangkan Pemkab Tapsel.

Menurutnya, keterlibatan kelompok tani penting agar program tersebut tidak hanya menjadi target pemerintah, tetapi benar-benar bergerak di tingkat masyarakat.

Sementara itu, anggota DPRD Tapsel Mhd. Rawi Ritonga menilai pemanfaatan lahan seluas 10 hektare untuk tanaman jagung dapat memberikan manfaat ganda. Selain membantu meningkatkan produksi pangan, kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang tambahan penghasilan bagi petani.

“Dengan pemanfaatan lahan seperti ini, kita berharap produksi pangan meningkat dan masyarakat, khususnya petani, juga mendapatkan tambahan penghasilan,” ujarnya.

Penanaman perdana tersebut turut dihadiri Ketua KNPI Abdul Rahman Al Mandili, KCD Pertanian Kecamatan Sipirok Eddi Siregar, tokoh masyarakat Sipirok Saleh Hutasuhut, Kepala Desa Dolok Sordang Julu Nasaruddin Siregar, serta masyarakat setempat.

Penanaman jagung seluas 10 hektare ini menjadi langkah awal pemanfaatan lahan produktif di Dusun Hasahatan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di Tapanuli Selatan. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda