Bupati Ajak NU Ikut Pulihkan Tapanuli Selatan Pasca Bencana

20

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu mengajak Nahdlatul Ulama (NU) ikut mengambil bagian dalam pemulihan Tapanuli Selatan pasca bencana.

Menurut Gus Irawan, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri menghadapi besarnya kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana yang diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp700 miliar menjadi beban Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

“Untuk recovery dengan dampak yang sangat besar itu, kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama, bantuan, kolaborasi dan sinergi dari seluruh komponen yang ada. Kami berharap keluarga besar NU ikut membantu,” ujar Gus Irawan saat pengukuhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tapsel masa khidmat 2026–2031 yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 1448 Hijriah di Gedung Serbaguna Sarasi, Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Sipirok, Ahad (23/8/2026).

Gus Irawan mengatakan, keterlibatan NU dibutuhkan bukan hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia secara khusus mengajak para ulama, ustaz, ustazah, dan dai memperkuat edukasi masyarakat untuk menghadapi narkoba, judi online, dan berbagai penyakit sosial.

“Kita deklarasikan perang di Tapsel. Bukan perang dengan tembak-tembakan, tetapi perang melawan narkoba, judi online dan berbagai penyakit sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan sosial, Bupati juga meminta NU ikut membantu masyarakat menghadapi praktik rentenir serta mendorong pemanfaatan lahan pertanian yang belum produktif.

Pemkab Tapsel bersama Bank Sumut, kata Gus Irawan, telah menyiapkan alternatif pembiayaan dengan bunga yang lebih ringan. Salah satunya fasilitas kredit dengan bunga nol persen bagi sektor pertanian yang terdampak bencana.

Ajakan tersebut mendapat respons dari H. Syahrul M. Pasaribu yang kini kembali dipercaya sebagai Mustasyar PCNU Tapanuli Selatan.

Syahrul dalam sambutannya selaku Mustasyar mengatakan, NU bukan sekadar organisasi keagamaan dalam perjalanan hidupnya. Karena itu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan perhatian terhadap perkembangan NU di Tapsel.

“NU ini tidak terlepas dari kehidupan keluarga besar kami. Karena itu, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap perjalanan NU di Tapanuli Selatan,” ujar Syahrul.

Mantan Bupati Tapanuli Selatan dua periode itu mengatakan, pengukuhan pengurus baru PCNU tidak boleh hanya dimaknai sebagai pergantian pengurus dan struktur organisasi. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi awal untuk memperkuat kehadiran NU di tengah masyarakat.

Syahrul mengingatkan agar NU tidak hanya terlihat ketika ada kegiatan organisasi atau acara keagamaan. Kekuatan NU, katanya, justru terletak pada kedekatannya dengan masyarakat melalui ulama, ustaz, ustazah, dai, pesantren, majelis taklim, dan badan otonom NU.

“NU harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya ketika ada kegiatan organisasi, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan. Di situlah peran ulama dan warga NU sangat dibutuhkan,” katanya.

Syahrul juga meminta pengurus PCNU Tapsel masa khidmat 2026–2031 membangun organisasi dengan semangat keikhlasan dan kebersamaan. Menurutnya, tantangan Tapsel saat ini cukup berat. Selain pemulihan pascabencana, masyarakat juga menghadapi berbagai persoalan penyakit masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, ia meminta NU tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut berperan dalam mengatasinya.

Syahrul juga mendukung ajakan Bupati Gus Irawan agar keluarga besar NU terlibat dalam percepatan pemulihan Tapanuli Selatan. Ia menilai pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali jalan, jembatan, dan rumah yang rusak. Kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat juga harus dipulihkan.

“Yang harus kita pulihkan bukan hanya infrastruktur jalan, jembatan dan rumah. Tetapi juga kehidupan masyarakat. Bagaimana ekonomi mereka kembali bergerak, anak-anak bisa kembali belajar dan masyarakat kembali memiliki harapan,” katanya.

“Program pemerintah untuk masyarakat tentu harus kita dukung. NU harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya menjadi penonton,” ujar Syahrul.

Terakhir, Syahrul mengingatkan pengurus baru PCNU Tapsel agar menjalankan amanah ini dengan baik, menjadikan NU sebagai rumah besar umat untuk mengabdi, membangun persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara Prof. DR. Hasratuddin Siregar M.Pd berharap kepengurusan PCNU Tapsel yang baru segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

Menurutnya, penguatan struktur sampai ke tingkat bawah penting agar program dan peran NU dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia juga mendorong PCNU Tapsel membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat.

“Dengan kepengurusan baru tersebut, PCNU Tapsel diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga semakin aktif mengambil bagian dalam persoalan masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Dosen Unimed itu.

Dalam SK PBNU Nomor: 239/PB.01/A.II.01.45/99/05/2026, jajaran PCNU Tapsel masa khidmat 2026–2031 terdiri dari unsur Mustasyar, Syuriyah, A’wan, dan Tanfidziyah.

Untuk jajaran Tanfidziyah, Abdul Mubin Siregar dipercaya sebagai ketua, H. Ilman Mhd Akhyaruddin MH sebagai sekretaris, serta Mancar M.Pd.I sebagai bendahara.

Hadir dalam pengukuhan PCNU Tapsel tersebut Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, jajaran PWNU Sumatera Utara, para sesepuh dan ulama NU, Ketua MUI, Forkopimda, Ketua KNPI, Ketua KTNA, Muslimat NU, Fatayat NU, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda