Gubernur Arinal Minta Pengembang Properti Utamakan Fasilitas Olahraga

319

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Tidak hanya fasilitas umum, Gubernur Lampung Arinal Djunadi meminta setiap pengambang properti yang ingin berinvestasi di Lampung dapat menyediakan sarana olahraga yang berintegrasi dengan pengembangan sendi dan budaya.

”Silahkan investasi properti. Tapi prioritaskan sarana olahraga. Baik lapangan bulu tangkis, tenis meja, lapangan voli dan yang lainnya,” terang gubernur saat menerima Direktur Utama PT Way Halim Tomy Soekiato Sanjoto beserta jajarannya di ruang kerja gubernur, Senin (30/9/2019).

Manfaat positif dari terbangunnya fasilitas olahraga, pertama dapat menciptakan situasi harmonis di setiap lingkungan, terlebih sarana yang dibangun sesuai standar. ”Kedua memupuk silahturahmi, dan ketika kita ikut andil membangun pembinaan olahraga, meski skalanya di tingkat lingkungan,” terangnya.

Ditambahkan gubernur, jika setiap pengembang properti di Lampung membangun wahana olahraga dan memiliki komitmen itu, hampir pasti disetiap daerah, memiliki bibit-bibit unggul.

”Anda bayangkan, setiap wilayah memiliki basis sarana dan pengembangan olahraga. Lalu dilengkapi pula dengan fasilitas pengembangan budaya dan seni, dampaknya jelas akan terasa di masyarakat,” imbuhnya.

Disisi lain, gubernur juga meminta pengembangan properti wajib memperhatikan lokasi dan kajian lingkungan. ”Pendekatan kultural juga sangan penting. Termasuk Detail Engginering Desain (DED), tata ruangnya maupun dokumen administratifnya legal. Agar ke depan tidak muncul masalah,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Direktur PT. Way Halim Sean Edbert Sanjoto juga mempresentasikan rencana pengembangan kawasan Way Halim sebagai kawasan dengan konsep integrated development.

”Tentu kami senang hati mendukung program gubernur untuk mewujudkan di sektor olahraga. Terlebih dengan tag line Lampung Berjaya,” imbuhnya.

Melalui pembangunan dan konsep yang ada, Edbert yakin akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. ”Apalagi, barometernya pada sisi kebudayaan yang terintegrasi dengan kawasan hunian,” ujarnya.

Dalam desain yang dipaparkan, PT. Way Halim berencana membangun kawasan mall yang terintegrasi, hotel, sky business park, office tower, apartemen, hingga sky road parking.

Kawasan ini dibangun dengan metode mixed-use development yang akan menyediakan segala fasilitas di dalam area pengembangannya. Mulai dari hunian, perkantoran, sekolah, tempat hiburan, perbelanjaan, rekreasi, bahkan sistem transportasinya pun dipikirkan dengan matang.

”Dan yang lebih penting dari semua hal tersebut kami memastikan legalitas dan kajian lingkungan telah dilakukan sebelum pelaksanaan pembangunan kami laksanakan,” pungkas Edbert. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda