27 Juta Wisatawan Serbu Lampung, Desa Wisata Jadi Andalan Baru

13

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan sektor pariwisata seiring tingginya angka kunjungan wisatawan sepanjang 2025 yang mencapai puluhan juta orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Lampung pada periode Januari hingga November 2025 tercatat sebanyak 24.702.664 orang. Hingga akhir Desember 2025, total kunjungan diperkirakan menembus angka 27 juta wisatawan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah mengatakan, pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik wisata di daerah.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi wisata yang sangat besar, namun harus didukung dengan pengelolaan yang optimal agar mampu bersaing dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

“Potensi wisata di Lampung sangat banyak. Ini harus terus kita tingkatkan, baik dari sisi destinasi, sumber daya manusia, maupun pemasarannya,” ujar Tony, Rabu (22/4/2026).

Dari sisi destinasi, Tony menekankan pentingnya manajemen pengelolaan yang baik, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, hingga aspek keamanan dan keselamatan pengunjung.

Ia mengakui masih ada kekhawatiran masyarakat untuk berkunjung ke sejumlah destinasi wisata akibat persoalan infrastruktur dan keamanan.

“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Termasuk akses infrastruktur menuju destinasi wisata yang harus terus ditingkatkan,” katanya.

Pada sektor sumber daya manusia (SDM), Pemprov Lampung juga fokus meningkatkan kapasitas para pengelola wisata melalui pendidikan dan pelatihan, khususnya dalam penguatan manajemen pariwisata.

“Lampung punya potensi alam, tapi SDM juga harus mumpuni agar pengelolaan wisata bisa maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, dari sisi pemasaran, promosi dinilai menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting. Di era digital, strategi promosi akan difokuskan melalui media sosial dengan melibatkan influencer serta brand ambassador guna memperkenalkan potensi wisata Lampung secara lebih luas.

Tak hanya itu, pengembangan desa wisata juga akan diperkuat dengan pendekatan berbasis pengalaman atau experience tourism. Wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati objek wisata, tetapi juga merasakan suasana desa secara menyeluruh, mulai dari kebersihan lingkungan, budaya lokal, hingga kuliner dan kriya khas daerah.

“Wisatawan harus mendapatkan pengalaman yang utuh, bukan hanya melihat tempat wisata, tapi juga merasakan kehidupan desa,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 133 desa di Provinsi Lampung telah terdaftar dalam Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Namun, pemerintah akan melakukan verifikasi lebih lanjut untuk menentukan desa prioritas pengembangan, termasuk melihat keaktifan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Tony juga menyinggung rencana integrasi konsep desa maju, desa wisata, dan desa budaya. Menurutnya, penggabungan ketiga konsep tersebut akan menciptakan desa yang memiliki daya tarik wisata yang lebih komprehensif.

“Kalau potensi wisata, infrastruktur, dan nilai budaya bisa digabungkan, maka akan terbentuk desa wisata yang lengkap dan memberikan pengalaman luar biasa bagi wisatawan,” pungkasnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda