Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab PALI Salurkan CPP kepada 26.365 KK

12

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Penyaluran ini bertujuan membantu masyarakat menghadapi potensi krisis pangan dan gejolak ekonomi akibat anomali cuaca.

Sekretaris Daerah (Sekda) PALI Kartika Yanti SH MH menyampaikan rasa syukurnya atas terealisasinya penyaluran bantuan yang telah lama dinantikan masyarakat. Pada tahap ini, bantuan disalurkan sekaligus untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret.

“Alhamdulillah, akhirnya bantuan ini bisa disalurkan hari ini. Setiap Kepala Keluarga (KK) menerima langsung 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng (Minyakita). Ini merupakan akumulasi bantuan untuk dua bulan,” ujar Kartika saat meninjau lokasi pembagian pada Kamis (23/4/2026).

Terkait kelanjutan bantuan untuk bulan-bulan berikutnya, Kartika menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Bulog. Ia mengungkapkan adanya kendala teknis dari pusat yang menyebabkan sedikit keterlambatan pada pengadaan tahap selanjutnya.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Refa, ada kendala terkait pengiriman karung dari pusat. Stok beras sebenarnya sudah siap, namun karungnya belum tersedia. Jadi, kita masih menunggu pengadaan karung tersebut untuk menampung beras bulan berikutnya,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten PALI mencatat sebanyak 26.365 KK yang tersebar di lima kecamatan di seluruh Bumi Serepat Serasan akan menerima manfaat dari program ini. Untuk memastikan akurasi dan mencegah bantuan ganda, pemerintah menerapkan sistem verifikasi ketat berbasis teknologi.

Penerima manfaat ditentukan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial. Setiap warga yang datang wajib membawa KTP serta barcode khusus yang akan dipindai oleh petugas di lapangan.

“Dengan sistem barcode ini, insyaallah tidak ada penerima ganda. Semua sudah terdata dengan baik. Jika ada penerima yang meninggal dunia, haknya akan dialihkan kepada warga lain yang juga membutuhkan sesuai ketentuan,” tegas sekda.

Program bantuan pangan ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan langkah preventif pemerintah dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi dapat memicu gagal panen di berbagai wilayah.

“Makanan pokok kita adalah beras. Pemerintah telah bersiap jika terjadi bencana nasional atau gagal panen akibat El Nino yang kita khawatirkan. Harapannya, kebutuhan dasar masyarakat tetap tercukupi melalui alokasi rutin 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan per keluarga,” jelas Kartika.

Di tingkat kelurahan, penyaluran berlangsung dengan antusiasme tinggi. Lurah Talang Ubi Barat, Rita Wati Anwar merincikan, bahwa khusus di wilayahnya terdapat 1.303 KK penerima manfaat.

Meski penyaluran berjalan lancar, Rita juga memberikan catatan kritis terkait pembaruan data. Ia berharap ke depan ada sinkronisasi yang lebih dinamis antara kondisi lapangan dengan database pusat.

“Harapan saya, data yang ada benar-benar mencerminkan kondisi warga yang membutuhkan. Saat ini, kami sering menemui kendala di mana data yang sudah kami usulkan untuk diganti karena penerima sudah mampu, pindah, atau meninggal dunia, justru masih memunculkan data lama dari pusat,” ungkap Rita. (AMD)

Bagaimana Menurut Anda