Dukung Kebijakan PTM 100 Persen, Kapolda Sumsel Tinjau Vaksinasi Serentak di Ogan Pertamina RU III

17

PALEMBANG, BERITAANDA – Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Toni Harmanto MH didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Rudi Setiawan SIK SH MH tinjau vaksinasi serentak di Gedung Ogan Pertamina RU III Palembang, Selasa (11/1).

Sebelum melaksanakan peninjauan vaksinasi serentak di Gedung Ogan Pertamina RU III Palembang tersebut, Kapolda bersama pejabat utama yang hadir, turut mengikuti rangkaian vaksinasi secara virtual yang dipimpin oleh Kapolri dari Gedung Graha Wangsa Bandar Lampung.

Kapolda melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Drs. Supriadi MM, menekankan soal syarat wajib untuk mendukung kebijakan pemerintah soal pembelajaran tatap muka (PTM) bagi anak-anak.

“Pemerintah saat ini telah memberikan kebijakan pembelajaran tatap muka [PTM] 100 persen, dimana tentunya untuk melaksanakan PTM 100 persen dan vaksinasi anak, maka target pencapaian vaksinasi masyarakat umum 70 persen dan lansia 60 persen harus terpenuhi,” kata Supriadi.

Dia menjelaskan, proses belajar mengajar anak secara tatap muka langsung merupakan hal yang sangat penting. Mengingat, hampir dua tahun semenjak pandemi Covid-19, generasi bangsa kehilangan momentum tersebut.

Namun disisi lain, Supriadi menyatakan, guna mewujudkan pembelajaran secara tatap muka langsung, harus ada jaminan kesehatan dan imunitas terhadap anak dari bahaya paparan virus corona. Salah satunya adalah dengan memberikan suntikan vaksin.

“Penguatan imunitas terhadap anak juga akan memberikan jaminan kesehatan kepada orangtua dan orang-orang yang ada di dalam lingkungan keluarganya. Sehingga, tidak perlu ada rasa khawatir munculnya klaster keluarga ketika PTM 100 persen diberlakukan,” lanjut dia.

“Kita ingin anak-anak segera melakanakan tatap muka. Namun disisi lain, kita harus yakin anak-anak kita sudah dibekali vaksinasi atau imunisasi, sehingga memiliki imunitas dan kekebalan. Saat melaksanakan aktivitas aman tidak menjadi carrier, karena saat kembali biasanya bertemu orangtua, nenek atau kakek. Dan juga memiliki posisi rentan apabila tidak diberikan imunisasi atau vaksinasi,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda