Buka Praops Senpi Musi 2026, Kapolda Sumsel Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Senpi Ilegal

21

PALEMBANG, BERITAANDA – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Sandi Nugroho membuka Latihan Pra-Operasi (Praops) Senpi Musi 2026 di Mapolda Sumsel, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan kesiapan personel Polda Sumsel dan Polres jajaran dalam menghadapi ancaman peredaran senjata api ilegal di wilayah Sumatera Selatan.

Pembukaan latihan dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, diantaranya Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Dir Samapta, Dansat Brimob, Kabid TIK, Kabid Propam, Kabid Humas, dan Kabid Labfor. Sementara itu, para Kapolres jajaran mengikuti kegiatan secara daring.

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa keberadaan senjata api (senpi) ilegal di tengah masyarakat merupakan ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga. Menurutnya, setiap senjata api ilegal yang beredar berpotensi memicu gangguan kamtibmas, tindak pidana, hingga konflik sosial.

“Dibalik setiap senjata api ilegal yang beredar di masyarakat, mempunyai potensi yang cukup besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Kapolda.

Ia menekankan bahwa penanggulangan senjata api ilegal bukan sekadar penegakan hukum, melainkan bagian dari tanggung jawab Polri dalam melindungi kehidupan masyarakat. Karena itu, Operasi Senpi Musi 2026 harus dipersiapkan secara matang, terstruktur, dan berkelanjutan.

“Penanggulangan senjata api ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tugas kita sebagai penjaga kehidupan, perawat peradaban, dan penjaga kemanusiaan,” tegasnya.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Polda Sumsel berhasil mengungkap 41 kasus dan mengamankan 302 senjata api rakitan berbagai jenis. Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan penindakan, namun sekaligus menjadi indikator bahwa peredaran senjata api ilegal masih menjadi persoalan serius.

“Untuk mengatasi ancaman tersebut, diperlukan operasi yang disiapkan secara matang, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, Operasi Senpi Musi 2026 merupakan wujud kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat dari ancaman senjata api ilegal sehingga aktivitas pemerintahan, pembangunan, dan kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan aman.

Kapolda menegaskan bahwa operasi harus dilaksanakan secara profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada jumlah personel, tetapi juga kesiapan, kemampuan, kepekaan, serta kreativitas anggota di lapangan.

“Operasi ini harus dilaksanakan secara profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Keberhasilan operasi ini ditentukan oleh kesiapan, kemampuan, kepekaan, dan kreativitas setiap personel dalam melaksanakan tugas di lapangan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Sumatera Selatan memiliki tingkat kerawanan peredaran senjata api ilegal yang cukup tinggi. Karena itu, jajaran Polda Sumsel dan Polres harus mampu memetakan target operasi secara tepat, menindaklanjuti setiap informasi dengan cepat, serta memperkuat koordinasi lintas fungsi.

Kapolda turut menyinggung sejumlah peristiwa menonjol yang melibatkan penggunaan senjata api ilegal di Sumatera Selatan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan senpi ilegal harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Bukan hanya untuk operasi senpinya saja, tetapi juga tindak lanjut untuk bisa menjamin perasaan aman masyarakat di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan,” tegasnya.

Kepada seluruh peserta latihan, Kapolda meminta agar mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh serta menjunjung tinggi integritas, sinergi, dan kerahasiaan operasi.

“Jaga integritas, hindari penyalahgunaan wewenang, dan tidak memberikan informasi operasi kepada pihak yang tidak berkepentingan,” pesannya.

Selain itu, ia mengajak seluruh personel memegang teguh prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas agar Operasi Senpi Musi 2026 dapat berjalan efektif, efisien, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pegang teguh prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas, agar operasi dapat berjalan efektif dan efisien, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Kapolda berharap Latihan Praops Senpi Musi 2026 menjadi momentum untuk menyamakan langkah, memperkuat kesiapan, dan membangun komitmen bersama dalam menjaga keamanan Bumi Sriwijaya.

“Tanamkan semangat Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik, yaitu hadir dengan cepat, tepat, humanis, dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan masyarakat di Sumatera Selatan,” ucapnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda