Ditlantas Polda Sumsel Akan Luncurkan E-TLE di Kota Palembang

20

PALEMBANG, BERITAANDA – Untuk meminimalisir pelanggaran lalu lintas, baik pengendara roda dua maupun empat, Ditlantas Polda Sumsel dalam waktu dekat akan menerapkan proses penilangan dengan e-tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).

E-TLE dibantu dengan hadirnya kamera canggih yang bisa merekam pelanggaran dari pengguna jalan dan ditempatkan di beberapa ruas jalan. Surat tilang elektronik nanti akan dikirimkan ke alamat pengendara.

Jika terjadi pelanggaran, petugas akan mencari pelat nomor pelanggar di dalam basis datanya, kemudian dikeluarkan surat tilang yang akan dikirimkan ke alamat pelanggar tadi melalui pos atau e-mail.

“Dalam surat tersebut, akan dicantumkan pasal yang dilanggar, tanggal, dan tempat pelanggaran, link situs web konfirmasi pelanggaran, dan tanggal serta tempat sidang pelanggaran lengkap dengan denda yang harus dibayar. Mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, pembayaran denda dilakukan melalui BRI Virtual Account (BRIVA),” jelas Dirlantas Polda Sumsel melalui Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumsel AKBP Arif Haryono di ruang kerjanya, Rabu (17/2).

Lebih lanjut Arif mengatakan, dalam penerapan E-TLE akan dilakukan uji coba terlebih dahulu di beberapa titik ruas jalan di Kota Palembang.

“E-TLE akan diuji coba terlebih dahulu di beberapa titik ruas jalan. Kita harapkan dengan adanya E-TLE tujuannya bukan untuk mencari pelangggar, tetapi bagaimana membuat masyarakat tetap tertib di jalan raya walaupun tidak ada polisi lalu lintas, serta menjaga keamanan dan ketertiban dalam berkendara,” kata Arif.

Arif mengungkapkan, untuk titik ruas jalan yang akan dipasang perangkat E-TLE akan dievaluasi lagi.

“Rencananya perangkat E-TLE akan dipasang di beberapa titik yakni simpang lima gedung DPRD Provinsi Sumsel, simpang Angkatan 66, simpang Angkatan 45, simpang Patal Pusri, serta simpang Bandara. Tidak hanya persimpangan saja, tetapi ruas jalan lurus pun akan dipasang perangkat E-TLE yakni sekitar kawasan Pasar KM 5, karena pelanggaran terjadi tidak hanya di persimpangan saja, tetapi di jalan lurus juga kerap terjadi,” ungkap Arif.

Arif juga menuturkan, untuk uji coba akan perangkat E-TLE dipasang tiga sampai lima titik.

“Ini hanya uji coba, untuk titik seluruhnya jika memungkinkan anggarannya tidak menutup kemungkinan semua jalan akan dipasang perangkat E-TLE. Untuk biaya yang diperlukan memasang lima titik perangkat E-TLE sekitar Rp 8 miliar sampai Rp 10 miliar. Kamera E-TLE sendiri berfungsi 24 jam dan operator yang bertugas adalah personel dari Ditlantas Polda Sumsel. Rencana uji coba akan dilakukan pada akhir Februari 2021, dan titik mana yang akan dipasang perangkat E-TLE,” tutur Arif.

Arif berharap dengan diterapkan E-TLE ini dapat menerapkan budaya tertib lalu lintas. “Mengingat data-data kecelakaan lalu lintas akhir-akhir ini terlampau banyak, kalau tertib di jalan, Insya Allah akan meminimalisir korban kecelakaan lalu lintas,” tutupnya. [Hanny]

Bagaimana Menurut Anda