Dinas Perkebunan dan Peternakan Kerinci Terima Kunker DPRD Komisi ll Tanjab Timur

115

KERINCI-JAMBI, BERITAANDA – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci, Kamis (29/4), menerima sejumlah anggota DPRD Komisi ll Kabupaten Tanjung Jabung [Tanjab] Timur, dalam rangka kunjungan kerja [kunker] terkait tata kelola komoditi unggulan perkebunan.

Dalam kunjungan anggota DPRD Kabupaten Tanjab Timur tersebut, diterima langsung oleh Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Efrawadi SP M.Si didampingi oleh Sekretaris Montri ST, Kabid serta sejumlah Kasi di dinas tersebut.

Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kebupaten Kerinci Efrawadi saat ditemui oleh BERITAANDA di ruang kerjanya mengatakan, adapun kunjungan anggota DPRD Tanjab Timur kesini, mereka menanyakan atau mengklarifikasi masalah pemasaran komoditi di perkebunan.

“Ya, menurut pandangan mereka itu, Kerinci selangkah lebih maju untuk pemasaran komoditi hasil perkebunannya. Apalagi komoditi ungulan seperti kayu manis dan kopi arabika selangkah lebih maju. Sedangkan mereka punya kopi arabika yang pemasarannya hingga saat ini belum terkendali atau belum terarah dengan baik,” kata Efrawadi.

Selanjutnya, Efrawadi menyebutkan dengan adanya kunjungan kerja dari sejumlah anggota DPRD Tanjab Timur tersebut, ia mengucapkan terima kasih dan merasa bangga. Sebab, mereka menganggap Kabupaten Kerinci puya nilai plus dibandingkan dengan mereka.

“Alhamdulillah dengan adannya kunjungan dari sejumlah anggota DPRD Komisi ll Tanjab Timur ini kita sudah dihargai. Kita sudah dikunjungi. Artinya, kita sudah dipandang lebih maju dari kabupaten lain,” sebut Efrawadi.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam kunjungan anggota DPRD Tanjab Timur dari Komisi ll itu, beberapa masukan-masukan yang kita berikan kepada mereka. Kemudian mengenai komoditi dan keunggulan konfrontatif, kata dia, kita sudah kita sampaikan sama mereka. Karena ada beberapa perbedaan antara Kerinci dengan Tanjung Jabung Timur.

“Kita beri saran dan masukan, karena kita melakukan untuk meningkatkan ekonomi, apalagi disaat dampak dari wabah Covid-19. Saya memberi contoh kepada mereka bahwa di Kerinci, kita mencoba mengembangkan integrasi antara tebu dan ternak. Tebu dan ternak sapi itu sangat cocok di Kerinci, karena ujung tebu bisa untuk makan sapi, sementara kotoran sapi bisa untuk menyuburkan tanaman tebu dan tanaman lainnya,” pungkas Efrawadi. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda