Debitur Kredit Macet Wajib Bayar atau Akan Dipidanakan

34

PALEMBANG, BERITAANDA – Pemegang Saham BPR Palembang sekaligus Gubernur Sumsel, Herman Deru menegaskan, agar debitur yang belum melunasi kewajibannya bisa segera melunasinya, karena sudah lebih dari tiga tahun. Sebab, kata dia, kredit macet ini mempengaruhi kesehatan dan kinerja bank ke depannya.

“Bank ini (BPR) sudah menuju sehat wal afiat, jadi kalau tidak bayar dan bisa masuk ranah pidana perbankan,” ujar Herman Deru di sela rapat umum pemenang saham BPR Palembang, di Hotel Swarna Dwipa, Senin (12/4).

Direktur Utama BPR Palembang, Marzuki mengatakan, hingga Maret 2021, kredit macet BPR berada diangka 18,8 persen dan menargetkan non performing loan (NPL) atau kredit macet tahun ini turun menjadi 5 persen.

“Pencapaian ini jauh lebih baik saat baru bergabung di BPR dulu 65 persen tahun 2018 lalu, dan akan terus dikejar agar terus turun hingga di bawah 5 persen, sehingga semakin sehat dan banyak inovasi yang akan dilakukan,” ujar Marzuki.

Marzuki mengatakan, hingga kini kredit macet yang masih ada saat ini senilai Rp 21 miliar dengan masa pembiayaan lebih dari 3 tahun. Marzuki menambahkan, awalnya akan mengedepankan solusi kekeluargaan pada debitur kredit macet ini, jika jalan kekeluargaan tidak bisa ditempuh maka akan dilelang jaminannya. Tapi jika solusi itu juga tidak berhasil, maka terpaksa jalur hukum akan ditempuh sebagai jalur terakhir, karena penyertaan modal BPR dari pemerintah daerah jadi uangnya harus dikembalikan lagi, oleh sebab itu debitur kredit macet akan terus ditagih.

“Sudah ada beberapa debitur macet yang sudah kita bawa ke jalur hukum dan menang, dan akan terus ditagih agar BPR sehat dan berharap pemegang saham bisa menambah penyertaan modal agar semakin besar BPR dan ekspansi lebih luas,” tambahnya.

Marzuki mengatakan, beragam inovasi yang akan dilakukan BPR yakni melakukan ekspansi bisnis ke produk baru, meningkatkan penyaluran pembiayaan kredit untuk usaha sektor kecil hingga digitalisasi perbankan. Namun semua itu baru akan dilakukan jika target NPL bisa di bawah 5 persen.

Tahun 2020 lalu, BPR berhasil membukukan pertumbuhan kredit 6,5 persen dan menekan kredit macet dari 24,5 persen menjadi 18 persen.

Marzuki menjelaskan, kredit macet didominasi sektor konstruksi, tapi saat ini kredit macet di sektor pembiyaan multiguna pada ASN dan pegawai BUMD.

“Alhamdulilah masih membukukan laba tahun ini, namun ada penurunan pendapatan karena dampak pandemi bank harus merestrukturisasi kredit pada 77 nasabah senilai Rp 27 miliar,” jelas Marzuki. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda