Kapolda Sumsel Dorong Seluruh Personel Melek Komunikasi Publik dan Literasi Digital

17

PALEMBANG, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkuat transformasi sumber daya manusia Polri melalui peningkatan kompetensi komunikasi publik dan literasi digital bagi seluruh personel. Upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam program E-Learning Kehumasan yang diselenggarakan Divisi Humas Polri secara nasional dan diikuti secara daring oleh seluruh satuan kewilayahan di Indonesia.

Program pembelajaran ini dilaksanakan di sela kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) dan Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Fungsi Kehumasan serta Pengembangan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Polda Sumsel tahun anggaran 2026 di Palembang, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Polri dalam menyiapkan personel yang mampu menghadapi tantangan era digital sekaligus mendukung pelayanan publik yang modern, transparan, dan profesional.

Sejalan dengan kebijakan transformasi Polri Presisi, program E-Learning Kehumasan tidak hanya diperuntukkan bagi personel yang bertugas di fungsi kehumasan. Polda Sumsel akan mengimplementasikannya secara bertahap kepada seluruh anggota, mulai dari Tamtama, Bintara hingga Perwira.

Langkah ini merupakan tindak lanjut komitmen Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho SIK SH M.Hum, dalam membangun sumber daya manusia Polri yang adaptif, profesional, serta mampu memahami dinamika komunikasi publik yang berkembang pesat.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH mengatakan peningkatan kapasitas di bidang komunikasi publik dan literasi digital telah menjadi kebutuhan organisasi di tengah era keterbukaan informasi.

“Kapolda Sumatera Selatan memiliki komitmen agar seluruh personel, mulai dari Tamtama, Bintara hingga Perwira Menengah, secara bertahap mengikuti pembelajaran kehumasan dan literasi digital. Tujuannya agar setiap anggota memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, memahami tata kelola informasi publik, bijak bermedia sosial, serta mampu menjadi representasi positif institusi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola interaksi antara institusi negara dan masyarakat. Arus informasi yang bergerak sangat cepat menuntut setiap personel Polri mampu memahami, mengelola, dan menyampaikan informasi secara tepat, akurat, serta bertanggung jawab.

Melalui program E-Learning Kehumasan Divisi Humas Polri, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi komunikasi publik, pengelolaan media digital, literasi informasi, penanganan isu di ruang siber, manajemen reputasi institusi, hingga kemampuan membangun narasi yang edukatif, konstruktif, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Peningkatan kapasitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung berbagai program prioritas pemerintah serta implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang membutuhkan dukungan komunikasi publik yang efektif, terpercaya, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kombes Pol Nandang menegaskan bahwa setiap anggota Polri pada hakikatnya merupakan representasi institusi yang memiliki peran penting dalam membangun citra dan kepercayaan publik.

“Setiap anggota Polri pada dasarnya adalah komunikator institusi. Ketika personel memahami pentingnya komunikasi yang baik, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal, transparan, dan responsif. Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin kuat. Karena itu, peningkatan kompetensi ini merupakan investasi penting bagi organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda