BRI Latih Merchant Lebih Tangguh Hadapi Tantangan

8

PALEMBANG, BERITAANDA – Kemajuan industri digital 4.0 menghadirkan berbagai kemudahan dan peluang bagi para pelaku bisnis untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Digitalisasi menciptakan desrupsi transaksi dari yang sebelumnya terjadi secara tradisional atau offline, beralih menjadi transaksi online, sejalan dengan penambahan jumlah online merchant di Indonesia.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengungkapkan, kami menghadirkan BRI Shop Master Class untuk mengedukasi dan meningkatkan penetrasi para pelaku usaha atau merchant yang selama ini telah bekerjasama dengan BRI. Tidak hanya itu, BRI akan membangun kapasitas keilmuan pemilik merchant usaha.

BRI Shops Master Class merupakan salah satu wujud komitmen BRI untuk terus mendukung transisi model bisnis usaha di semua segmen sesuai dengan visi BRI tahun 2025, yaitu untuk menjadi ‘The Most Valuable Banking Group In Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion’, dengan harapan dapat membantu merchant binaan BRI untuk menjangkau pasar yang lebih luas baik di dalam dan di luar Indonesia.

“BRI menggunakan metode akseptasi transaksi online acquiring. Saat ini BRI dapat menerima seluruh transaksi, baik kartu debit maupun kartu kredit dari principle Visa, Mastercard, dan JCB. BRI bersinergi bersama Halosis dalam upaya peningkatan kapabilitas merchant melalui kegiatan BRI Shop Master Class. Kegiatan ini dapat mendukung merchant untuk up-level dan resilience dengan tantangan global,” ungkap Handayani di sela kegiatan BRI Shop Master Class, Rabu (22/9).

Fokus utama dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memaksimalkan jangkauan pemasaran dan penjualan merchant melalui pembuatan website serta penggunaan fitur shops pada Facebook ecosystem Instagram, WA, serta Facebook.

Selebritis Ussy Sulistiawati mengapresiasi upaya BRI menggandeng merchant naik kelas dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi UMKM memasarkan produknya secara digital. Dia bersyukur UMKM saat ini banyak kemudahan dalam berusaha. Berbeda dengan saat dia merintis usaha dulu.

Embel-embel artis, menurutnya, bukan jaminan sukses memulai usaha. Karena konsumen sekarang pintar dan juga mementingkan kualitas, bukan cuma popularitas saja.

“Bersyukur banget UMKM sekarang mau usaha digital ada pelatihan gratis dan dibimbing sampai bisa, dulu saya bingung belajar dengan siapa, tidak ada tempat bertanya, jadi otodidak saja dan terus inovasi serta koreksi dari saran juga kritik, dan keinginan konsumen,” katanya.(Febri)

Bagaimana Menurut Anda