Bank Mandiri Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Sumsel

29

PALEMBANG, BERITAANDA – Bank Mandiri memberikan bantuan corporate social responsibility (CSR) berupa renovasi sign letter gerbang Jakabaring Sport Center dan perlengkapan gerakan Sumsel Mandiri pangan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

CSR tersebut diberikan secara langsung oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi kepada Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru.

Darmawan Junaidi dalam sambutannya mengatakan, bantuan CSR untuk Gerakan Sumsel Mandiri Pangan merupakan bentuk komitmen Bank Mandiri sebagai agent of development untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bentuk partisipasi Bank Mandiri terhadap program-program pembangunan yang berkelanjutan dari Pemerintah Sumatera Selatan.

“Renovasi sign letter gerbang Jakabaring Sport Center diharapkan menambah daya tarik komplek olahraga yang pernah menjadi tuan rumah event-event olahraga, baik nasional maupun internasional, serta menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan,” kata dia.

Darmawan Junaidi menambahkan, bertepatan dengan hari ulang tahun Bank Mandiri ke-23 pada tanggal 2 Oktober lalu, Bank Mandiri telah meluncurkan Financial Super App Livin’ 2.0 by Mandiri, yaitu aplikasi layanan perbankan yang dapat memenuhi kebutuhan transaksi finansial nasabah perorangan cukup dari telepon genggam serta KOPRA by Mandiri, yaitu inovasi layanan digital single access yang menjadi pusat informasi dan transaksi finansial bagi komunitas bisnis pelaku usaha  berikut ekosistemnya.

“Melalui peran teknologi dengan peluncuran kedua aplikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan bagi nasabah,” pungkas dia.

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, Bank Mandiri pintar dan jeli membuat taman di Jakabaring, karena selalu dilihat banyak orang. Mengingat Jakabaring merupakan pusat olahraga dunia.

Dia juga mengapresiasi kucuran KUR di Sumsel, karena tahun lalu target penyaluran KUR di Sumsel Rp 4,4 triliun ludes dan tahun ini kucuran KUR Rp 5 triliun juga diperkirakan habis.

“Semua kucuran KUR terealisasi dan juga dibayar oleh debitur karena NPL di Sumsel sangat kecil nol persen berkat kesadaran masyarakat membayar kreditnya, jadi tidak perlu ragu mengucapkan pembiayaan di Sumsel, karena kesadaran masyarakat membayar kredit tinggi dan ekonomi Sumsel tetap yang terbaik meski terdampak pandemi,” kata Deru. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda