Sidimpuan Siap Maksimalkan Potensi Daerah

190

MEDAN-SUMUT, BERITAANDA – Walikota Irsan Efendi Nasution menyatakan siap maksimalkan potensi daerah Kota Padangsiimpuan. Hal itu diutarakannnya saat memenuhi undangan Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera Utara (Sumut) bersama bupati/walikota se-Sumut.

“Kita sepakat dengan gubernur, pertanian dan peternakan menjadi fokus pengembangan di masa pandemi guna menguatkan ketahanan pangan di Sumut. Akan dilihat apakah kota kita mampu mengembangkan potensi lainnya agar bisa berkontribusi untuk ketahanan pangan di Sumut,” ujar Irsan, Kamis (23/7/2020).

Dalam pertemuan yang digelar di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Medan, dan dengan menerapkan protokol kesehatan ini, Gubernur Sumut mendorong para kepala daerah menguatkan sinergi, untuk sama-sama membangkitkan perekonomian.

Diketahui, penurunan pertumbuhan ekonomi Sumut terlihat jelas bila dibandingkan dengan tahun lalu. Kuartal IV tahun lalu pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 5,21 persen dan memasuki kuartal I 2020 turun menjadi 4,65 persen. Untuk mengantisipasi penurunan yang lebih tajam, Gubernur Edy Rahmayadi meminta seluruh bupati/walikota untuk memaksimalkan potensi daerahnya masing-masing.

“Pertumbuhan perekonomian kita menurun dan itu terjadi di Indonesia, bahkan hampir seluruh dunia. Kita perlu membuat pergerakan agar bisa menyelamatkan Sumatera Utara, salah satu yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan potensi-potensi daerah bapak-bapak semua,” kata Gubernur Edy.

Sektor-sektor yang masih bertahan pada masa pandemi ini antara lain farmasi, perdagangan sembako dan pangan, pertanian dan peternakan, digital marketing, jasa logistik dan teknologi informasi. Sesuai dengan fokus Pemerintah Provinsi (Pempov) Sumut dalam bidang agraris, Edy Rahmayadi ingin mayoritas daerah memaksimalkan potensi pertanian atau peternakan untuk membangkitkan perekonomian Sumut.

Sumut masih defisit bawang merah dan putih serta gula pasir, tetapi bawang merah dan putih ini sangat berpotensi menjadi penyumbang inflasi. Daerah yang potensial mengembangkan bawang merah dan putih diminta maksimalkan. Humbahas yang mengembangkan bawang putih baru bisa memenuhi kebutuhannya 46 persen, Karo masih 44 persen, dan daerah lain masih belum.

Gubernur pun meminta para bupati/walikota untuk membuat studi yang komprehensif untuk melihat potensi pertanian dan peternakan di daerahnya masing-masing. Namun, Edy juga tetap mendorong potensi daerah lain seperti perdagangan dan jasa, industri dan ekonomi kreatif serta pariwisata.

“Coba dilihat dengan benar potensi daerah masing-masing, Pemprov akan membantu semaksimal. Bukan hanya pertanian dan peternakan, tetapi juga industri dan pariwisata karena rata-rata Pantai Timur mayoritas bergerak di bidang itu,” tambah gubernur.

Sektor lain yang perlu menjadi perhatian daerah, menurut dia, meliputi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Karenanya, Edy berharap bupati/walikota mampu mengarahkan dan membantu UMKM agar tetap bisa bertahan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Gubernur Edy menilai, sejauh ini sektor UMKM memang didominasi oleh daerah Pantai Timur Sumut, terutama Medan dan Deliserdang. Tetapi ini perlu dipertahankan karena UMKM salah satu penggerak besar perekonomian di Provinsi Sumatera Utara.

“Salah satu strateginya adalah mengubah produk UMKM menjadi sektor-sektor yang punya potensi di masa pandemi ini. Bahkan dengan mengubah produk UMKM banyak yang meningkat omzetnya,” pungkas Edy. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda