Kasus Narkoba Menonjol, Kajari Sidimpuan Cetus Kota Bersinar

527
Walikota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution (kiri) salam sinergitas dengan Kajari Hendry Silitonga (kanan) di HBA ke-60.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Berangkat dari rasa keprihatinan melihat kondisi generasi muda kini dengan banyaknya terpapar narkoba, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hendry Silitonga terinsprirasi melahirkan gerakan mewujudkan Kota Bersih Narkoba (Bersinar).

“Sebulan lebih menjabat sebagai Kajari disini, banyak sekali kasus narkoba yang diterima Kejaksaan. Ada apa?. Akan bagaimana nasib generasi muda kita kedepannya?” papar¬†Hendry, Rabu (22/7/2020), di resepsi peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60, di aula kantor Kejari Padangsidimpuan, Jalan Serma Lian Kosong.

Keadaan inilah yang menginspirasi Kajari Hendry untuk melahirkan sebuah progran pemberantasan peredaran narkoba yang akan dilakukan secara bersama-sama oleh segenap institusi dan elemen masyarakat. Sehingga bisa menjadikan Padangsidimpuan sebagai Kota ‘Bersinar’.

‘Sa anak sa boru’ (menganggap semua anak itu sebagai anak bersama) yang merupakan sebuah kearifan lokal yang lama hilang atau memudar seiring waktu harus kita gelorakan kembali. Kearifan ini merupakan langkah tepat untuk mengatisipasi kerusakan sikap generasi muda.

Keinginan kuat itu kembali diutarakan Kajari pada saat menerima kehadiran Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Wakil Walikota Arwin Siregar, Sekda Letnan Dalimunthe, pimpinan OPD, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan.

Sejauh ini, sebut Kajari Hendry, tindakan pemberantasan narkoba di lapangan oleh polisi dan BNN terasa sudah cukup efektif. Namun, jauh lebih efektif jika ada pelibatan segenap elemen. Aksi pemberantasan tidak akan cukup hanya dengan sosialisasi dan tindakan hukum semata.

“Tetapi harus dibarengi dengan gerakan bersama dengan menumbuhkan semangat ikut terlibat memberantasnya. Dengan demikian, upaya ataupun langkah pencegahan sejak dini dapat dilakukan,” ujar Kajari meyakini sembari menegaskan siap menjadi fasilitator bagi seluruh elemen untuk membentuk sebuah tim terpadu pemberantasan.

Bahkan, Hendry berpendapat, langkah itu sangat penting sekaligus mendesak. “Kita harus bertindak. Kalau bukan sekarang, lalu mau kapan lagi? Kalau bukan kita, lantas siapa lagi yang akan menginisiasi upaya pemberantasan secara bersinergi itu?” tanya Kajari memacu semangat.

Harus diakui, sambung dia, aksi pemberantasan narkoba oleh Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini dan jajarannya sudah sangat baik. Tetapi, digaribawahi Kajari, tetap harus ada dukungan semua elemen. Dan itu tidak cukup lewat kata-kata, tetapi harus aksi nyata.

“Mohon maaf, tujuan kita murni untuk menyelamatkan masyarakat kota ini dari bahaya laten narkoba. Tentunya kita sama-sama memiliki anak, maka demi masa depan mereka, pilihan terbaik ialah berganteng tangan bersama menjauhkan mereka dari bahaya itu,” pungkas Hendry.

Menyahuti keinginan Kajari, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution menyatakan siap bersinergi untuk memberantas peredaran narkoba lewat gerakan terpadu. Atas inspirasi Kajari Hendry ini, pihak pemkot mengaku tersentuh atas kepeduliannya kepada generasi muda.

Walikota Irsan pun menyarankan, alangkah baiknya lebih dahulu meminta pendapat Kapolres beserta BNN. Lalu kemudian diskusi bersama dengan mengundang Dandim 0212/TS, Danyon 123/RW, Danyon C Brimobdasu, berikut perwakilan tokoh masyarakat, agama, adat, dan pemuda.

“Pada prinsipnya, eksekutif serta legislatif akan sangat siap untuk menjalankan gagasan pak Kajari Sidimpuan. Inspirasi yang dituangkan ke ide gagasan ini menjadi¬†berkah di HBA ke-60, sekaligus penyemangat baru aksi penyelamatan masyarakat dari bahaya narkoba,” ujarnya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda