Siapkan Alat Berat, Pemkab OKI Fasilitasi Petani Buka Lahan Tanpa Bakar

1

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Polres OKI memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memfasilitasi alat berat bagi kelompok tani untuk membuka dan mengolah lahan tanpa membakar. Langkah ini tidak hanya bertujuan menekan risiko kebakaran, tetapi juga memberikan kemudahan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas lahan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki bersama Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta dalam kegiatan sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar dan penanaman pohon di Desa Muara Burnai, Kecamatan Lempuing Jaya, Kamis (5/11/2026).

Muchendi mengatakan, pemerintah daerah akan memfasilitasi kebutuhan alat berat melalui koordinasi dengan kelompok tani, kepala desa, dan camat. Dengan demikian, masyarakat memiliki alternatif dalam membersihkan dan mengolah lahan tanpa harus menggunakan api.

“Selama ini ada masyarakat yang membakar karena dianggap lebih mudah untuk membuka lahan. Kita ingin mengubah kebiasaan itu. Pemerintah akan membantu memfasilitasi alat berat agar masyarakat bisa mengolah lahannya tanpa menimbulkan kebakaran,” kata Muchendi.

Menurutnya, pencegahan karhutla harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Karena itu, Pemkab OKI juga menjalankan berbagai program untuk mendukung sektor pertanian, mulai dari pencetakan sawah baru, optimalisasi lahan (oplah), hingga bantuan sarana produksi pertanian (saprodi).

“Petani harus kita bantu agar lahannya lebih produktif. Ada program cetak sawah, optimalisasi lahan, dan bantuan sarana produksi. Kita ingin masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan lahan tanpa harus merusak lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab OKI berencana merehabilitasi lahan di sekitar ruas Tol Kayuagung–Palembang yang selama ini rawan terbakar. Sebagian kawasan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena ditumbuhi rumput tebal sehingga sulit diolah.

Muchendi menilai, kawasan tersebut perlu dibersihkan dan ditata agar dapat dimanfaatkan secara produktif. Selain memberikan nilai tambah ekonomi, langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi kebakaran di sekitar jalur tol.

Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta menegaskan, bahwa pembukaan lahan tanpa bakar perlu menjadi gerakan bersama dalam mengantisipasi potensi karhutla pada 2027. Terlebih, fenomena El Niño diprediksi berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang dapat memicu kebakaran.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika kebakaran terjadi. Pengalaman tahun ini harus menjadi pelajaran. Kita perlu mempersiapkan langkah pencegahan sejak sekarang agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu bencana asap,” kata Agung.

Ia mengungkapkan, jumlah titik api di wilayah OKI saat ini telah mencapai nol, setelah sebelumnya sempat tercatat ribuan titik. Kondisi tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah, kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat, serta didukung kondisi cuaca berupa hujan.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Polres OKI juga menjalin koordinasi dengan pengelola jalan tol, termasuk Waskita dan Hutama Karya, guna mengupayakan pembangunan embung maupun sumur bor di sekitar jalur tol. Fasilitas sumber air tersebut diharapkan dapat mempermudah petugas melakukan pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut diisi dengan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Pemkab OKI dan Polres OKI berharap edukasi serta fasilitasi pembukaan lahan tanpa bakar dapat menjangkau kelompok tani hingga tingkat desa.

Melalui langkah tersebut, pencegahan karhutla di OKI diharapkan tidak hanya mengandalkan penindakan dan pemadaman, tetapi juga mengedepankan pendekatan preventif melalui perubahan pola pengelolaan lahan yang aman, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda