Hari Keempat Jadi Penutup Penuh Haru, BNNK OKI Sukses Gelar Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di Sukarami

1

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan dan razia. Lebih dari itu, diperlukan upaya membangun benteng pertahanan dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Prinsip inilah yang terus dipegang Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Komering Ilir (OKI) melalui program ketahanan keluarga anti narkoba.

Program tersebut kembali dilaksanakan pada Kamis (5/11/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Desa Sukarami, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI. Kegiatan ini merupakan hari keempat sekaligus hari terakhir pelaksanaan intervensi program ketahanan keluarga anti narkoba di desa tersebut.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto S.Sos, didampingi Katim Pencegahan Masrohaya L. Gaol SKM M.Kes, Penata Layanan Operasional Yessy Tri Anggraini SH, serta staf Mario Septiawan S.P.

Turut hadir sebagai narasumber, Ida Royati S.S.T M.Kes dari Dinas DPPKB Kabupaten OKI dan Psikolog Rodes Barma S.Psi dari SMK Negeri 2 Kayuagung. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas instansi ini menjadi bukti bahwa upaya memerangi narkoba merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya BNN.

Pelaksanaan intervensi ketahanan keluarga anti narkoba di Desa Sukarami ini dipandu langsung oleh fasilitator dari Tim Pencegahan BNNK OKI. Katim Pencegahan Masrohaya L. Gaol bertindak sebagai fasilitator orang tua, sedangkan Penata Layanan Operasional Yessy Tri Anggraini bertindak sebagai fasilitator anak. Keduanya memandu seluruh rangkaian kegiatan dalam suasana hangat, interaktif, dan penuh kekeluargaan.

Pada hari keempat ini, kegiatan dibagi menjadi tiga sesi utama yang saling berkaitan. Setiap sesi dirancang agar orang tua dan anak dapat belajar bersama, saling memahami, serta saling menguatkan dalam membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.

Sesi pertama, yakni sesi orang tua/wali, mengangkat tema ‘Mengurangi Perilaku Agresif dan Merawat Dirimu Sendiri’. Sesi ini dipandu oleh narasumber dari Dinas DPPKB Kabupaten OKI Ida Royati bersama fasilitator Katim Pencegahan Masrohaya L. Gaol.

Dalam sesi tersebut, para orang tua diajak menyadari bahwa kemampuan mengelola emosi memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak. Orang tua yang mudah marah, bersikap agresif, dan kurang mampu mengendalikan diri secara tidak langsung dapat mendorong anak mencari pelarian di luar rumah, termasuk bergaul di lingkungan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, para orang tua juga diingatkan mengenai pentingnya merawat diri sendiri, menjaga kesehatan mental, serta tidak mengabaikan kebutuhan pribadi. Dengan demikian, mereka dapat menjadi sosok orang tua yang tenang, sabar, dan mampu menciptakan ruang aman bagi anak untuk bercerita serta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

Sesi kedua, yakni sesi anak, mengangkat tema ‘Tekanan Teman Sebaya dan Teman-teman’. Sesi ini dipandu oleh narasumber Psikolog dari SMK Negeri 2 Kayuagung Rodes Barma, bersama fasilitator Penata Layanan Operasional Yessy Tri Anggraini.

Dalam sesi ini, anak-anak diajak untuk berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang mengarah pada hal-hal negatif. Tekanan teman sebaya menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi remaja terjerumus ke dalam pergaulan berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Melalui diskusi, permainan peran, dan berbagi cerita, anak-anak mendapatkan pembelajaran mengenai cara menolak ajakan negatif secara tegas tetapi tetap sopan, memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta mencari bantuan kepada orang tua atau guru ketika merasa tertekan dan kesulitan menghadapi situasi tersebut.

Suasana sesi anak berlangsung sangat hidup dan interaktif. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan, berani mengajukan pertanyaan, serta terbuka dalam menyampaikan pengalaman mereka. Melalui kegiatan tersebut, mereka mulai memahami bahwa teman yang baik adalah teman yang mengajak kepada kebaikan, bukan justru menjerumuskan ke dalam perilaku negatif.

Sesi ketiga, yakni sesi keluarga, menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan. Mengusung tema ‘Memahami Tekanan Teman Sebaya dan Hubungan Keluarga’, sesi ini dipandu bersama oleh Ida Royati, Rodes Barma, serta kedua fasilitator BNNK OKI, Masrohaya L. Gaol dan Yessy Tri Anggraini.

Pada sesi ini, orang tua dan anak dipertemukan dalam satu ruangan untuk saling mendengarkan, memahami, dan membangun kembali komunikasi yang mungkin selama ini kurang terjalin akibat kesibukan masing-masing. Orang tua diajak untuk mendengarkan keluhan anak tanpa terburu-buru menghakimi, sementara anak juga belajar memahami kekhawatiran orang tua yang selama ini mungkin dianggap sebagai bentuk pembatasan atau kekangan.

Momen tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam kegiatan. Sejumlah orang tua dan anak mulai berani saling terbuka, mengungkapkan perasaan, saling memaafkan, serta berkomitmen untuk lebih peduli dan menjaga satu sama lain.

Pada pertemuan keempat sekaligus hari terakhir ini, kegiatan ditutup dengan sambutan dari Kepala Desa Sukarami, Muhammad Yusuf.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BNNK OKI atas terselenggaranya Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di desanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para orang tua, dalam meningkatkan komunikasi dan kedekatan dengan anak. Selain itu, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian seluruh anggota keluarga untuk saling menjaga dan melindungi dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Kami sangat berterima kasih kepada BNNK OKI. Program ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu cara berkomunikasi dengan anak dan cara menjaga anak dari bahaya narkoba. Semoga Desa Sukarami bisa menjadi desa yang bersih dari narkoba,” ujar Muhammad Yusuf.

Selanjutnya, sambutan sekaligus penutupan kegiatan disampaikan langsung oleh Kepala BNNK OKI, AKBP Irfan Arsanto.

Dalam sambutannya, ia berharap seluruh pengetahuan dan pemahaman yang telah diperoleh selama empat hari pelaksanaan program dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, meningkatkan kepedulian, serta memperkuat pengawasan dalam lingkungan keluarga. Dengan demikian, diharapkan tercipta ketahanan keluarga yang kokoh dan lingkungan masyarakat yang sehat serta Bersinar (Bersih Narkoba).

“Ketahanan keluarga adalah benteng pertama melawan narkoba. Kalau keluarga kuat, komunikasi baik, anak merasa dicintai dan diperhatikan, maka narkoba tidak akan punya tempat di Desa Sukarami,” tegas AKBP Irfan Arsanto.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya yang ada di desa untuk mendukung program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika). Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun ketahanan keluarga agar mampu melindungi diri dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, khususnya di Desa Sukarami, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada hari keempat ini, BNNK OKI berharap Desa Sukarami tidak sekadar menjadi desa yang telah mengikuti program, tetapi juga mampu berkembang menjadi desa percontohan dalam upaya pencegahan narkoba. Sebuah desa yang memiliki keluarga tangguh, masyarakat yang peduli, serta lingkungan yang bersama-sama menjaga dan melindungi diri dari bahaya narkoba. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda