Ratu Dewa Lantik 23 Pejabat di Lingkungan Pemkot Palembang

48

PALEMBANG, BERITAANDA – Wali Kota Palembang Ratu Dewa melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik, Jumat (30/10/2026).

Sebanyak 23 pejabat yang dilantik terdiri dari tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, dua camat, serta 18 pejabat administrator dan fungsional.

Tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Yan Sabar Sihotang sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Nurmala Sari sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), serta Alan Gunnery sebagai Inspektur Kota Palembang.

Sementara itu, dua camat yang turut dilantik masing-masing akan bertugas di Kecamatan Sukarami dan Sematang Borang.

Dalam arahannya, Ratu Dewa mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan harus dibuktikan melalui kinerja nyata, terutama dalam menyelesaikan persoalan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Jabatan bukan kehormatan untuk dipamerkan, tetapi tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah. Rakyat tidak menilai kita dari jumlah rapat, banner, atau foto kegiatan, tetapi pelayanan,” ujar Ratu Dewa.

Ia secara khusus meminta Inspektur Kota Palembang memperkuat fungsi pengawasan secara tegas, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Pengawasan tersebut meliputi pengelolaan keuangan dan aset daerah, pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa, hingga kepatuhan terhadap pajak daerah.

Selain penguatan pengawasan, Ratu Dewa juga memberikan sejumlah arahan kepada pejabat yang baru dilantik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepada Kepala DPPKB, ia meminta agar program edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pendampingan pasangan usia subur, serta penguatan posyandu terus ditingkatkan.

Ia menegaskan, pembangunan Kota Palembang tidak cukup hanya memastikan seluruh penduduk terdata, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Palembang tidak hanya butuh jumlah penduduk yang terdata, tetapi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap membangun kota ini,” katanya.

Selanjutnya, kepada Kepala Dinas Kebudayaan, Ratu Dewa meminta agar kekayaan warisan budaya Palembang tidak hanya ditampilkan dalam kegiatan seremonial atau peringatan hari besar.

Ia mendorong agar kebudayaan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah, ruang publik, hingga pemberdayaan seniman dan komunitas budaya.

Potensi wisata budaya juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian dan perlindungan cagar budaya.

“Saya minta kebudayaan hadir dalam kehidupan sehari-hari, masuk ke sekolah, menghidupkan ruang publik, memberdayakan seniman dan komunitas, serta menjadikan wisata budaya sebagai sumber ekonomi rakyat, serta melindungi cagar budaya,” jelasnya.

Arahan serupa juga disampaikan kepada dua camat yang baru dilantik beserta seluruh camat di Kota Palembang.

Ratu Dewa meminta para camat menjadi pemimpin di lapangan yang memahami secara langsung kondisi wilayah masing-masing. Mereka harus peka terhadap berbagai persoalan, mulai dari masalah sosial, konflik masyarakat, kebersihan lingkungan, sampah, hingga banjir.

Ia mengingatkan agar camat tidak hanya bergerak ketika suatu persoalan telah menjadi viral di media sosial. Sebaliknya, mereka harus mampu mengantisipasi dan menangani persoalan sejak dini.

“Jangan nunggu viral baru bergerak, tapi bergeraklah sebelum viral. Jangan dikenal hanya banyak berfoto, tetapi apa yang dirasakan masyarakat, baik itu pelayanan ataupun bantuan yang tersalurkan dengan baik,” tegasnya. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda