Harga Karet Sumsel Terjun Bebas, Kini Dibanderol Rp45.093 per Kilogram

15
Ilustrasi

PALEMBANG, BERITAANDA – Harga karet acuan SGX–SICOM pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (30/10/2026), mengalami penurunan cukup tajam.

Indikasi harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen tercatat sebesar Rp45.093 per kilogram. Angka tersebut turun Rp1.114 dibandingkan perdagangan Kamis (29/10/2026) yang mencapai Rp46.207 per kilogram.

Sekretaris Jenderal Apkarindo Sumsel, Rudi Apriadi mengatakan, penurunan harga karet tersebut dipengaruhi oleh melemahnya harga karet SICOM, dari sebelumnya 255,4 menjadi 250,0 sen AS per kilogram.

Selain itu, nilai tukar dolar AS juga mengalami penurunan menjadi Rp18.037 sehingga turut memengaruhi pergerakan harga karet secara keseluruhan.

“Koreksi tajam ini terjadi pada akhir pekan ini, tetapi tetap ada harapan harganya kembali naik,” ujar Rudi.

Di tengah kondisi tersebut, Rudi mengimbau para petani untuk tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar), meningkatkan kadar karet kering (KKK), serta menghindari campuran tatal maupun kayu.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar bokar yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan mendapatkan harga jual yang lebih tinggi. Petani diharapkan menghasilkan karet murni tanpa campuran serta memenuhi standar mutu yang berlaku.

“Fluktuasi itu wajar dan merupakan bagian dari dinamika pasar. Jadi, saat ini memang sedang turun, tetapi mudah-mudahan nanti kembali naik lagi,” tutup Rudi. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda