Harga Karet Dunia Turun Tipis, Petani Diminta Tetap Jaga Mutu Bokar

13

PALEMBANG, BERITAANDA – Harga acuan karet dunia yang merujuk pada SGX-SICOM mengalami penurunan tipis pada Rabu (28/10/2026) dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, Selasa (27/10/2026). Petani pun diimbau tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) agar memperoleh harga jual yang lebih baik.

Berdasarkan perhitungan harga acuan, karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen pada Rabu tercatat sebesar Rp46.022 per kilogram. Angka ini turun Rp266 per kilogram dibandingkan harga acuan Selasa yang mencapai Rp46.288 per kilogram.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian menjelaskan, bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya harga karet di pasar internasional. Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum mampu mengimbangi koreksi harga tersebut.

Rudi merinci, harga karet acuan internasional turun dari 256,8 sen AS menjadi 255,0 sen AS per kilogram. Pada saat yang sama, nilai tukar dolar AS bergerak dari Rp18.025 menjadi Rp18.048.

Kombinasi kedua komponen tersebut menghasilkan harga acuan karet sebesar Rp46.022 per kilogram untuk KKK 100 persen.

“Harga karet turun dan nilai tukar rupiah juga melemah sehingga harga karet ikut terkoreksi,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, harga tersebut merupakan hasil perhitungan berdasarkan harga acuan SICOM dan nilai tukar rupiah. Karena itu, angka tersebut belum dikurangi biaya produksi dan tidak dapat dijadikan patokan pasti untuk harga bersih yang diterima petani di tingkat kebun.

Harga transaksi aktual di lapangan dapat berbeda, bergantung pada mutu bahan olah karet (bokar), kadar karet kering, hasil penimbangan, biaya angkut, penyusutan, serta potongan lainnya.

Rudi berharap harga karet kembali menguat hingga penutupan perdagangan pada Jumat mendatang. Penguatan harga diharapkan dapat meningkatkan semangat petani dalam merawat dan mengelola kebun karet.

Di tengah fluktuasi harga, ia mengingatkan petani agar tetap memperhatikan kualitas bokar sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan nilai jual.

“Harga karet boleh berfluktuasi, tetapi mutu bokar dan keadilan transaksi harus tetap menjadi perhatian,” tutup Rudi. (Febri)

Daftar Harga Acuan Karet Berdasarkan KKK, Rabu (28/10/2026)

  • KKK 100 persen: Rp46.022 per kg
  • KKK 70 persen: Rp32.216 per kg
  • KKK 60 persen: Rp27.613 per kg
  • KKK 50 persen: Rp23.011 per kg
  • KKK 40 persen: Rp18.409 per kg
  • KKK 30 persen: Rp13.807 per kg

Catatan: Harga tersebut merupakan harga acuan sebelum dikurangi biaya produksi dan biaya lainnya, sehingga tidak mencerminkan harga bersih yang diterima petani.

Bagaimana Menurut Anda