PMU Kemitraan Sumsel dan Project Officer Periksa Sumur Bor Untuk Optimalisasi Pembasahan Gambut OKI

723

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Pembasahan adalah salah satu program kerja kemitraan PMU Sumsel dalam merestorasi lahan gambut yang rusak dan kering. Maka dari itu, PMU kemitraan membangun sumur bor untuk dimanfaatkan masyarakat dan petani guna pembasahan lahan gambut di daerah rawan kebakaran lahan.

Dengan pembasahan, diharapkan bisa memperbaiki kerusakan lahan gambut dan mencegah terjadinya kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada musim kemarau. Sumur bor merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pembasahan gambut (rewetting) dan juga pencegahan kebakaran.

Selain sumur bor, pihak kemitraan juga membangun sekat kanal di areal lahan gambut untuk mengendalikan air agar lahan selalu basah meskipun musim kemarau.

PMU Kemitraan dan Project Officer (PO) juga memeriksa seluruh sumur bor dan fasilitas infrastruktur pembasahan gambut (IPG) lainnya yang digunakan untuk pembasahan gambut dan penanganan kebakaran di lahan gambut.

“PMU ingin memastikan infrastruktur pembasahan gambut (IPG) yang dibangun di tahun 2019 bisa berfungsi saat musim kemarau terjadi. Oleh karena itu, saat ini kita sedang cek seluruh fasilitasnya,” tegas Amir Faisal selaku PMU Kemitraan Sumatera Selatan, Sabtu (23/11/2019) kemarin.

Pembangunan sekat kanal dan sumur bor dilakukan dengan melibatkan pokmas dan pihak ketiga. Kata dia, pemeriksaan terhadap sumur bor dan sekat kanal saat ini dilakukan oleh PMU dan Project Officer (PO) secara bertahap.

“Sekarang kami baru merampungkan pemeriksaan pada IPG yang ada di kawasan OKI, kami cek baik keberadaan ataupun kualitasnya,” tambah dia.

Sementara, Projek Officer (PO), Binsar Liem Sihotang menjelaskan, bahwa pihaknya berupaya memaksimalkan cara restorasi lahan gambut di Sumatera Selatan. Kegiatan restorasi tersebut dengan membasahi kembali lahan gambut yang rusak dan kering dengan menyekat parit atau kanal, membangun sumur bor.

“Dan melakukan kegiatan penanaman kembali, khususnya di areal bekas terbakar dengan jenis tanaman yang cocok di lahan gambut. Lalu dengan cara memaksimalkan kegiatan revitalisasi ekonomi yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Masih kata dia, sebagai bentuk antisipasi kebakaran hutan, kita menuntaskan pembangunan 50 sumur bor pada lima desa yang lokasi gambutnya masuk dalam lokasi rawan kebakaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Jadi, rinciannya ada 9 sumur bor di Desa Simpang Tiga Abadi, 22 di Desa Simpang Tiga Sakti, 4 di Desa Simpang Tiga, 5 di Desa Pelimbangan dan 10 di Desa Pulu Beruang. Restorasi gambut memerlukan dukungan partisipasi dan pengawasan masyarakat yang baik. Kami berterima kasih pada kepedulian semua pihak untuk menjaga tata kelola yang baik dalam penyelenggaraan restorasi gambut,” tandas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda