Calon Walikota Sidimpuan: Sepanjang Itu Sifatnya Membangun, Mari Dukung

1232
Calon Walikota Padangsidimpuan periode 2019-2024, M. Isnandar Nasution, saat ditemui BERITAANDA di pelataran Mesjid Syech Zainal Abidin, Desa Pudun Julu Kecamatan Sidimpuan Batunadua, Jumat (22/11/2019) siang.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Calon Walikota Padangsidimpuan periode 2019-2024, M. Isnandar Nasution mengaku bangga dengan berbagai terobosan yang telah dan akan dilakukan Pemerintah Kota Padangsidimpuan di bawah kepemimpinan Irsan Efendi Nasution saat ini.

“Terus terang, saya bangga melihat kinerja pemerintahan sekarang ini. Semua sektor kini terlihat mulai dibenahi dan perubahan itu saya rasakan langsung. Contoh, kalau dulunya kita sering terjebak macet ketika mengantar anak ke sekolah, kini tak lagi,” kata Isnandar, saat ditemui BERITAANDA baru-baru ini, di Desa Pudun Julu.

Mantan Wakil Walikota Sidimpuan periode 2014-2019 itu menilai, pemkot sekarang ini benar-benar sangat serius untuk merubah wajah Kota Padangsidimpuan ke arah yang jauh lebih baik lagi. Strategi pembangunan sosial dan ekonomi, berikut sumber daya manusia (SDM), menurut dia, sudah berada pada poros dan jalur yang tepat.

“Karenanya, saya berpendapat sangat tidak beralasan untuk kita tidak mendukung apa-apa saja langkah ataupun kebijakan yang dilaksanakan pemkot saat ini. Niat ingin membangun itu tampak jelas teraktualisasi di lapangan, dan rasanya sangat tidak bijak untuk kita tidak mengapresiasi keinginan tersebut,” tutur Isnandar.

Disinggung mengenai apakah kebijakan penerbitan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Thamrin yang dilaksanakan pemkot saat ini juga merupakan bagian dari keinginan membangun tersebut, Isnan pun dengan lugas menyatakan langkah itu juga termasuk di dalamnya. Hanya saja, kata dia, pemerintah harus tetap mengakomodir.

“Artinya, sebelum melakukan penertiban, siapkan dulu solusinya seperti apa. Tetapi, yang saya dengar para PKL itu ditertibkan untuk kemudian dipindah (relokasi) ke kios Pasar Sangkumpal Bonang, Pasar Inpres Sadabuan, dan Pasar Padangmatinggi. Ini berarti sesuai Perda No. 41/2003 dan Perda No. 5/2005,” terang Isnandar.

Dikatakan Isnandar, pemerintah memang sudah semestinya mengambilkan tindakan untuk menertibkan kawasan Jalan Thamrin dan jalan-jalan lainnya, demi terciptanya aspek keindahan dan kenyamanan serta ketertiban bagi para pedagang kaki lima. Yang pada gilirannya, kesan kumuh dan semrawut terhindar dari Pasar Sidimpuan.

“Memang jika dilihat dari sisi kemanusian, kita merasa kasihan kepada saudara kita para PKL. Tapi, kalau penertiban itu tidak dilakukan oleh pemerintah yang sekarang, lalu mau kapan lagi itu dilakukan. Apakah kita mau kota kita tercinta, seperti ini terus menerus tanpa ada perubahan? Mari kita bijak menyikapinya” tegas dia.

“Kalau pemerintah tidak berbuat sekarang, lalu mau kapan lagi. Kapan keindahan itu akan terlihat, kapan lagi ketertiban itu akan dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Padangsidimpuan. Mari kita dukung dan dorong pemerintah untuk berbuat kebaikan bagi seluruh warganya,” kata Isnandar lagi.

Dikesempatan itu, Isnandar yang ditemui selepas melaksanakan sholat Jumat di Mesjid Syech Zainal Abidin itu sekaligus menyampaikan ide gagasannya, bahwa tak ada salahnya pihak pemkot mencoba jajaki kerjasama dengan pemilik lahan ‘Pasar Loak’ Padangsidimpuan, untuk dijadikan sebagai tempat relokasi bagi para PKL.

“Kalau bisa, Pasar Loak dijadikan tempat PKL. Lalu para penjahit yang sebelumnya berada disana dipindah ke lantai III Pasar Sangkumpal Bonang, dengan catatan para penjahit tersebut diberi keringanan seperti subsidi atau sewa kios digratiskan, entah itu selama setahun, sampai perputaran usaha mereka dipandang stabil,” harap dia.

Apabila itu terealisasi, imbuh Isnandar, semuanya akan dapat tertata rapi. Dimana lantai III Pasar Sangkumpal semakin ramai, posisi PKL hanya bergeser sedikit tapi di tempat yang strategis, lalu lintas aman dan lancar. Dan, pada akhirnya visi dan misi Pemkot Sidimpuan, yakni Gesid Bersinar’ (Gerakan Sidimpuan Berkarakter, Bersih, Sejahtera) akan terwujud.

Diketahui, belakangan ini Pemerintah Kota Padangsidimpuan dibawah kepemimpinan Walikota Irsan Efendi Nasution tengah gencar-gencarnya melaksanakan operasi yustisi penegakan Perda Nomor 41 Tahun 2003 tentang peruntukkan penggunaan jalan, sejalan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang penataan pedagang kaki lima.

Kondisi penggunaan trotoar dan bahu jalan yang tidak pada semestinya ini sendiri sudah berlangsung lama, sehingga tidak sedikit dari warga yang mengeluhkan hal tersebut. Mereka meminta juga mendesak Pemkot Padangsidimpuan agar segera mengembalikan fungsi dan bahu berikut badan jalan sesuai peruntukannya.

Salah satu desakan ini pernah datang dari Himpunan Pedagang Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan, pada Selasa (9/7/2019) yang melakukan audiensi dengan Pemkot Padangsidimpuan yang diterima oleh Pj. Sekretaris Daerah, Letnan Dalimunthe, di kantor walikota setempat.

“Kami menginginkan agar pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Sangkumpal Bonang ditata dengan baik. Selain itu, pembagian lokasi jenis dagangan sesuai penempatan yang seharusnya,” demikian aspirasi yang mereka sampaikan. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda