Petikan Senar Kemanusiaan Irjen Helmy untuk Mas Tri

11

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Sebuah lagu berjudul Teman Sejati menjadi pengantar hangat dalam pertemuan antara Irjen Pol Helmy Santika dan jurnalis senior Kompas.com, Tri Purna Jaya, di Bandar Lampung, Jumat (29/5/2026).

Ditengah perjuangan melawan sakit, kunjungan itu menghadirkan semangat baru sekaligus bukti bahwa nilai kemanusiaan mampu melampaui sekat jabatan dan profesi.

Suasana ruang tamu sederhana di Perumahan Griya Damai, Bandar Lampung siang itu dipenuhi tawa dan obrolan akrab. Tri Purna Jaya yang tengah menjalani masa pemulihan menyambut kedatangan sahabat lamanya, Irjen Pol Helmy Santika.

Perwira tinggi Itwasum Polri tersebut sengaja datang dari Jakarta untuk memberikan dukungan moral kepada Tri yang saat ini berjuang melawan Ensefalopati Hepatik.

Pertemuan itu seakan memutar kembali kenangan saat Helmy menjabat Kapolda Lampung pada periode 2023–2025. Di luar hubungan profesional, keduanya telah lama terikat oleh persahabatan dan kesamaan hobi, yakni musik, khususnya gitar listrik.

Kini, kegemaran yang pernah mempererat hubungan mereka berubah menjadi simbol kepedulian dan dukungan di tengah ujian kesehatan yang dihadapi Tri.

Duduk berdampingan di ruang tamu, Helmy berbincang santai tanpa sekat formalitas. Ia terus menyemangati Tri agar fokus menjalani pemulihan dan tidak memikirkan pekerjaan terlebih dahulu.

“Jangan dulu mikirin kerjaan. Fokus sembuh saja dulu. Berita bisa dikejar nanti, tapi kesehatan itu yang paling penting,” ujar Helmy.

Sebagai sosok yang memahami dinamika profesi jurnalis, Helmy menilai ritme kerja yang padat dan jam kerja yang tidak menentu kerap membuat wartawan mengabaikan kondisi kesehatannya.

“Profesi wartawan itu capek. Kadang makannya tidak teratur, jam istirahat juga berantakan. Jadi sekarang manfaatkan waktu untuk pemulihan sampai benar-benar fit lagi,” tambahnya.

Untuk mencairkan suasana, Helmy kemudian memutar lagu ciptaannya sendiri yang berjudul Teman Sejati. Lagu tersebut bercerita tentang arti kehadiran seorang sahabat yang tetap setia mendampingi dalam suka maupun duka.

Sentuhan humanis itu tidak hanya menghibur Tri, tetapi juga mengundang perhatian berbagai pihak di Lampung untuk ikut memberikan dukungan terhadap proses kesembuhannya.

Dukungan moral yang mengalir membuat wajah Tri tampak lebih cerah. Sebagai jurnalis lapangan yang terbiasa mengejar berita, ia mengaku terharu atas perhatian yang diberikan sahabat lamanya tersebut.

“Saya benar-benar tidak menyangka beliau mau datang langsung. Senang rasanya masih diingat dan diperhatikan di tengah kondisi seperti sekarang,” tutur Tri.

Bagi Tri, kehadiran Helmy bukan sekadar kunjungan seorang pejabat, melainkan pertemuan dua sahabat yang telah lama saling mengenal.

“Tadi banyak ketawa juga. Beliau memang dari dulu kalau ngobrol tidak pernah kaku. Jadi saya merasa seperti bertemu teman lama, bukan sedang dijenguk pejabat,” ungkapnya.

Siang itu, petikan senar kemanusiaan menghadirkan harmoni yang jauh lebih indah daripada denting gitar listrik yang pernah mereka mainkan bersama. Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik jabatan, pangkat, dan profesi, nilai kemanusiaan tetap menjadi ikatan yang paling kuat dalam kehidupan. (*)

Bagaimana Menurut Anda