Dekranasda Lampung Perkuat Industri Kreatif, Batik Keris Jadi Etalase Wastra Khas Daerah

13

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan industri kreatif lokal, menggerakkan perekonomian daerah, sekaligus melestarikan warisan budaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Perayaan Pembukaan Batik Keris Lampung di Mal Boemi Kedaton, Sabtu (18/7/2026).

Kolaborasi antara Dekranasda Provinsi Lampung dan Batik Keris, salah satu merek ritel batik nasional, menjadi langkah strategis untuk memperluas pemasaran wastra khas Lampung ke pasar nasional.

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza mengatakan, kerja sama tersebut merupakan hasil upaya pemerintah daerah dalam menarik investasi sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi kekayaan wastra Lampung. Menurutnya, proses kolaborasi ini tetap mengedepankan pelestarian nilai-nilai filosofis budaya Lampung.

“Sebelumnya Dekranasda telah berkonsultasi dengan tokoh budaya, Bapak Ansori Djausal dan juga Umi Ria agar penempatan siger, kapal, maupun komoditas seperti daun kopi dan biji lada benar-benar tepat,” ujar Wulan.

Tak hanya mengedepankan aspek estetika, Dekranasda dan Batik Keris juga menyisipkan unsur edukasi budaya pada setiap produk. Setiap busana akan dilengkapi dengan hangtag atau label khusus yang menjelaskan filosofi di balik motif yang digunakan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenakan produk tersebut, tetapi juga memahami makna budaya yang terkandung di dalamnya.

Dekranasda Provinsi Lampung juga menargetkan perluasan pasar wastra Lampung ke kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, melalui desain yang modern, elegan, dan ready to wear untuk berbagai kesempatan, baik kasual maupun formal. Produk bermotif khas Lampung itu nantinya akan dipasarkan di lebih dari 120 gerai Batik Keris yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Tentunya berbagai ornamen khas Lampung harus terus kita kembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, serta promosi yang berkelanjutan hingga mampu menjadi kebanggaan masyarakat Lampung sekaligus diminati pasar yang lebih luas,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Batik Keris, Lina Handianto Tjokrosaputro, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan tamu undangan yang hadir. Ia berharap kehadiran Batik Keris di Lampung dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Indonesia.

“Kami berharap kehadiran Batik Keris di Lampung tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi ruang untuk semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Semoga mendapatkan dukungan dari masyarakat Lampung sehingga kami bisa terus berkembang di kancah nasional,” ujar Lina.

Perayaan pembukaan Batik Keris Lampung ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Dekranasda Provinsi Lampung bersama Komisaris Utama Batik Keris. Acara tersebut turut dihadiri Ketua IKAD Lampung Irene Fransisca Giri, Ketua DWP Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Ketua Umum DPP Mighrul Lampung Dwita Ria Gunadi, serta perwakilan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda